Proyek Trem Surabaya, Sekitar 450 Warga Akan Dipindahkan ke Rusunawa

SURABAYA, jatimpost.com – Pemerintah Kota Surabaya makin mendapat angin segar, pasca PT KAI melanjutkan kerjasama untuk proyek trem. Diperkirakan tahun ini sudah mulai dilakukan lelang.

Dalam kerjasamana ini nantinya, PT KAI akan bertindak sebagai operator operasional trem. “Tadi saya ketemu Direktur Sarana dan Prasarana PT KAI, kita sepakat kerjasama melanjutkan dan kita kerjakan sendiri,” kata Wali Kota Tri Rismaharini pada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (20/10/2017).

Risma juga memperkirakan proyek yang trem yang akan menghubungkan kawasan jalur utara-selatan dan barat-timur akan dilelang pada tahun ini. “InsyaAllah tim teknis sudah jalan terus, saya kira tahun ini sudah bisa lelang, insyaAllah,” ujar Risma.

Untuk pendanaan proyek yang sebelumnya diperkirakan menghabiskan dana Rp 3,8 Triliun ini, Risma menegaskan pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada tim lelang. “Pendanaan, aku belum tahu. Tapi nanti bentuknya, nanti panitia lelang yang akan tentukan pembiayaannya. Apa KPBU atau swasta, nanti panitia lelang,” ungkap dia.

Terkait bekas depo trem zaman dulu di kawasan Joyoboyo yang saat ini dihuni sekitar 450 warga di dalamnya, Risma akan memindahkan mereka ke rusunawa dan akan dilakukan pendataan terlebih dulu. “Warga yang didepo akan kita siapkan ke rumah susun, kita data dulu, kita tidak gunakan semua. Kalau yang dagang terminal Joyoboyo kan nanti ada park and ride dan terminal bus lima lantai,” pungkas mantan Kepala Bappeko Surabaya ini.