Politisi PKB Syamsul Arifin Siap Perjuangkan Aspirasi Warga Surabaya

Jatimpost.com – Politisi PKB Jawa Timur Syamsul Arifin siap memperjuangkan aspirasi warga Surabaya yang dititipkan kepadanya saat reses beberapa waktu lalu.  Aspirasi tersebut kata pria yang biasa disapa Mas Sam tersebut akan dibawa dalam rapat dewan untuk dibahas bersama dengan legislator Indrapura dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Anggota DPRD Jawa Timur itu menceritakan bahwa dirinya saat reses banyak mendapatkan aspirasi, keluh kesah dari masyarakat Surabaya yang tak lain adalah konstituennya. Keluh kesah tersebut yang pertama adalah soal antrian berangkat haji yang terlalu lama. Salah satu warga kata Mas Sam, mengeluh karena harus menunggu 30 tahun dari saat mendaftar untuk bisa menunaikan haji. Sebab itu warga meminta untuk adanya percepatan pemberangkatan.

“Terkait aspirasi itu kita usahakan berkomunikasi dengan pemerintah pusat. Sebab itu ranah kebijakan pemerintah dan itu setahu saya terbatas pada kuota yang tersedia,” katanya katanya.

Yang kedua terkait terkait dengan bantuan pemulihan ekonomi berupa bantuan modal untuk masyarakat kecil di Surabaya. Bantuan modal atau pelatihan keterampilan kerja saat ini sangat dibutuhkan warga Surabaya. Sebab, banyak warga yang terdampak covid-19, mulai dari usaha yang gulung tikar hingga di PHK dari perusahaan tempat bekerja. Kondisi tersebut diperparah dengan persebaran covid-19 masih tinggi di Surabaya menyebabkan banyak warga yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan kembali dan sulit untuk membangun usaha.

“Bantuan pemulihan ekonomi amat penting, karena covid-19 berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat kita,” imbuh Mas Sam.

Masih terkait dampak dari covid-19, aspirasi warga terkait dengan bantuan wifi gratis untuk sarana belajar siswa yang sekolah online hingga saat ini. Bantuan wifi gratis mampu untuk meringankan beban orang tua tidak membeli paket data sendiri. Bantuan wifi yang diharapkan bisa dipasang disetiap RT/RW untuk kebutuhan belajar.

Selain itu, Warga Surabaya juga menginginkan adanya balai atau gedung sebagai arena pertemuan warga dan kegiatan keagamaan atau keorganisasian pemuda Madura. Balai tersebut kata politisi Surabaya itu, dampaknya tidak hanya sebagai fasilitas kegiatan, namun juga mampu mempererat talisilaturahmi antar warga.

“Dengan sering bertemu bareng, berkegiatan bareng, maka mudah tercipta kerukunan dan persaudaraan antar warga. Hidup rukun, tidak sendiri-sendiri hanya sibuk dengan gadget dan kerjaannya saja, itu kan tidak baik. Sebab itu ia sangat senang dengan usulan warga dan akan ia perjuangkan,” ujarnya.