Polisi Ungkap Kasus Home Industri Prekursor Pembuatan Narkotika Jenis Sabu di Surabaya

Konfresni Pers Polres Pelabuhan Tanjung Perak terkait kasus home industri pembuat narkotika jenis sabu

Surabaya, Jatimpost.com – Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, berhasil mengungkap kasus sebuah rumah yang dijadikan tempat prekursor pembuatan Narkotika jenis sabu. Hasilnya, polisi mengamankan enam orang tersangka.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Styaningrum mengatakan, enam orang tersangka berasal dari daerah yang berbeda beda. Diantaranya adalah Ivan Wahtu Utoyo, warga Jalan Bubutan yang kontrak di Jalan Rangkah; Syaiful, warga Blega, Madura; Abdul Rozak warga Rangkah; Didik, warga Tuban; Arifin, warga Kapas Madya; dan M Iqbal Zulkifli, warga Pacar Kembang.

“Kami mengungkap kasus prekursor pembuatan narkotika jenis sabu, istilahnya menangkap lab kecil-kecilan untuk membuat sabu yang berada di wilayah Surabaya,” ujar Kapolres AKBP Ganis Setyaningrum kepada wartawan, Rabu (23/12/20).

AKBP Ganis menjelaskan, kasus ini bermula dari penangkapan para tersangka yang sedang asik berpesta sabu di rumah yang beralamatkan di Jalan Rangkah, Tambaksari, Surabaya. Tak disangka, rumah itu juga dijadikan tempat untuk pembuatan sabu.

Setelah dilakukan penggeladahan, Polisi menemukan peralatan pembuat bahan dasar atau prekursor sabu. Mulai dari botol, tabung reaksi, pipet, serta bahan-bahan kimia, dan obat-obatan sebagai bahan dasar membuat sabu.

“Ini ada bahan kimia, dan beberapa peralatan kimia yang digunakan oleh para tersangka tersebut. Dari penggeledahan yang dilakukan, kami juga menemukan 100 butir pil koplo dan dikembangkan lagi ada sekitar 1.400 butir pil koplo,” kata Ganis.

“Dari bahan yang kita temukan dan sudah kita lakukan uji lab, ternyata memang ternyata mengandung prekursor sabu. Di antaranya adalah benzena yaitu berupa toluen dan juga jenis keton atau asetonnya di sini,” ujar Ganis.

Beberpa barang bukti telah diamankan oleh Polisi, diantaranya seperti 1 buah blender, 6 buah pipet, 2 buah jeriken, 1 buah alumunium foil, 1 sarung tangan, 1 buah gelas ukur plastik, tabung berisi etanol, 16 bungkus obat sakit kepala, 1 buah tabung ukur, 1 buah selang plastik, 1 buah saringan stainless, 1 timbangan elektronik, dan lain-lain.

“Kepada tersangka dikenakan Pasal 129 huruf a, b dan c terkait dengan prekusor, kita junctokan dengan Pasal 132 dan Pasal 114 juncto Pasal 112 tentang narkotika dan juga kita lapis dengan Undang-Undang tentang kesehatan Pasal 196 juncto Pasal 98 dan Pasal 197, terhadap tersangka ini ancaman hukumnya adalah minimal 4 tahun maksimal 20 tahun,” tandas Ganis. [*]