PMII Bawean Galang Dana Bantu Pengobatan Bu Wasilah Melawan Kanker Payudara

Gresik – Gabungan Komisariat Harun Thohir dan Hasan Jufri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bawean turun kejalan dalam penggalangan dana keliling pasar tambak dan sangkapura untuk membantu meringankan biaya pengobatan Ibu Wasila asal Ds. Kumalasa Kec. Sangkapura yang sedang terkena musibah penyakit kanker payudara. Sabtu, (12/10/2019)

Menurut Informasi yang beredar, bahwa Ibu Wasilah sudah lama tertimpa penyakit tersebut, namun beberapa hari ini sedang dirawat di RS IBNU SINA Gresik untuk dioperasi karena perawatan yang kurang memadai di Bawean, sehingga dibutuhkan pengobatan secara khusus dan dokter spesialis kanker.

Bu Wasila berlatar belakang dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu, ibu rumah tangga biasa. Sementara suaminya seorang nelayan yang terkadang pulang dengan tangan hampa dan hasil disaat berangkat melaut, jangankan mengobati penyakitnya yang membutuhkan puluhan juta rupiah, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja terkadang harus berpuasa demi meringankan beban hidupnya.

Kekurangan biaya pengobatan bu wasilah membuat mahasiswa STIT Raden Santri Gresik Bawean terdorong untuk menggelar kegiatan kemanusiaan tersebut.

Ketua Komisariat Harun Thohir, M. Asep Mengatakan, bahwa aksi tersebut sebagai bentuk usaha meringankan beban bu wasilah yang tergolong masyarakat menengah ke bawah.

“Kami berinisiatif galang dana berangkat dari hati nurani sebagai bentuk kepeduliaan sesama manusia”, kata Asep, sapaan akrabnya.

Asep pun menambahkan, karena kita sesama manusia dianjurkan untuk saling membantu.

“Kita sebagai manusia sudah seharusnya saling membantu, yang lagi membutuhkan bantuan kita”, ungkapnya.

Ketua Komisariat Hasan Jufri, Imam Syafi’e menjelaskan, kondisi korban saat ini masih di rawat di rumah sakit daerah Gresik.

“Sekarang korban lagi dirawat di RSUD. Ibnu Sina Gresik dan pastinya membutuhkan biaya yang sangat banyak sekali”, jelasnya

Ia pun berharap, agar semua pihak bisa membantu korban tersebut guna meringankan biaya pengobatan.

“Semoga dengan dana yang kami kumpulkan bisa membantu meringankan pengobatannya. selain itu, kami pun berharap agar semua pihak bisa membantunya termasuk wakil rakyat terkhusus dari perwakilan bawean dan pemerintah kabupaten gresik,” katanya.

Donasi yang terkumpul untuk aksi pertama sebesar Rp 12.100.000 (tambak/sangkapura), dan aksi selanjutnya akan berlangsung pada hari senin tanggal 14 Oktober 2019 dengan sasaran yang berbeda seperti ke istansi, lembaga, para pengusaha, para tokoh-tokoh penting dan simpatisan lainnya, dan hasil total nantinya akan diserahkan langsung ke pihak keluarga pasien. (AM)