Petani Bondowoso Kembangkan Vanili Tanaman Asal Mexico

buah vanili yang di kembangkan masyarakat bondowoso.

Bondowoso – Vanili adalah tanaman yang berasal mexico kini mulai di kembangkan oleh Pemerintah desa Mangli Kecamatan Pujer, Mahalnya harga vanili menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Pengembangan vanili, yang menjadi program kerja desa wisataagro ini, menggandeng Perkumpulan Petani Vanili Indonesia (PPVI), dalam memberikan pembinaan kepada petani di wilayah tersebut.

Kepala Desa Mangli, Ahmad Hariyono mengatakan, pengembangan ini merupakan upaya dalam menyejahterahkan masyarakat dengan budidaya vanili. Mengingat, vanili ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Tanaman ini, akan kami jadikan tanaman wajib. Sebagai tambahan dan investasi warga,” katanya, Sabtu (12/10/2019).

Rudi Ginting, Ketua PPVI menambahkan, bahwa vanili menjadi komoditas termahal di Indonesia, yakni sekitar Rp 5 juta per kilogramnya dalam kondisi kering.

Sedangkan kebutuhan dunia atas vanili masih minus 6000 ton vanili, dalam kondisi kering.

“Belum lagi, tanaman vanili ini bisa ditanam di semua kontur tanah selama tersedia naungan, teduhan, dan kompos,” katanya.

Oleh karena itu, budidaya vanili ini menjadi prospek yang bagus. Meski demikian, prospek yang baik itu harus diikuti dengan kosistensi petani dalam menjaga kualitas vanili.

“Prospek vanili, bergantung dari petaninya mau menjaga kualitas apa tidak,” jelas  Rudi.

Rudi berkomitmen, untuk terus membina petani di Desa Mangli dalam budidaya vanili ini. Komitmen ini bahkan telah diawali dengan pemberian bibit vanili, sebanyak 300 untuk warga di Desa Mangli melalui Pemdes.

Selanjutnya ada petani-petani, yang akan dilatih untuk menjadi koordinator, dalam melaporkan perkembangan budidaya vanili

“Dilatih untuk membantu mengontrol. Karena, tenaga kami terbatas untuk mengontrol budidaya vanili ini di setiap rumah,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketut Wardana dari Pusat Penilitian dan Pengembang Perkebunan, di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pertanian, menyambut baik atas upaya menyejahterahkan masyarakat melalui vanili.

“Namun demikian, perlu pendampingan yang berkelanjutan untuk menghasilkan vanili yang baik,” paparnya.

Bahkan kalau memang dibutuhkan, pihaknya siap untuk membuka pintu dalam mengembangkan pertanian, khususnya vanili.

Dia mengingatkan, ke depan setelah budidaya vanili berjalan hendaknya para petani di Bondowoso menjaga kualitas pertanaman dan pengolahan vanili. “Karena, melihat tadi orientasi pasar dari PPVI yang menembus pasar ekspor,” pungkasnya.