Peringati Malam Nuzulul Qur’an, Achmad Amir Aslichin Ajak Masyarakat Jaga Empati di Tengah Pandemi

Sidoarjo – Peristiwa malam Nuzulul Qur’an atau malam turunnya Al Quran yang disampaikan oleh Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW banyak dinantikan oleh semua umat muslim se dunia.

Namun, peringatan malam Nuzulul Qur’an tahun ini terasa sepi. Sebab, suara tadarus yang biasa bergema hingga dini hari, sudah tidak lagi dilakukan. Dan orang yang memilih beriktikaf pada malam istimewa ini di masjid juga kosong melompong.

Untuk memperingati malam Nuzulul Qur’an di tengah kecamuk wabah pandemi ini, anggota DPRD Fraksi PKB Provinsi Jawa Timur Achmad Amir Aslichin mengajak masyarakat untuk tetap berempati kepada sesama. Utamanya kepada mereka yang terdampak wabah Covid-19 secara ekonomi.

“Di malam Nuzulul Qur’an ini, ada banyak hikmah yang bisa dipetik. Salah satunya, Al Qur’an mengajarkan kita untuk berempati terhadap sesama. Sehingga, wabah corona bisa menjadi medium bagi masyarakat untuk saling berempati,” kata Mas Iin, saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Sabtu (10/5/2020).

Mengingat, masyarakat Jawa Timur terkhusus rakyat Sidoarjo sedang dilanda musibah non alam berupa wabah Covid-19. Founder Sidoarjo Bisa tersebut optimis bahwa ujian yang diberikan Tuhan tidak akan mencapai batas di luar kemampuan umatnya.

“Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Inilah yang dijanjikan oleh Allah melalui nukilan ayat 286 di dalam Surah al Baqarah,” tambahnya.

Untuk itu, di malam yang diistimewakan ini, Mas Iin mengajak kepada masyarakat untuk selalu menginterpretasikan Al Qur’an dalam laku kehidupan.

“Insya Allah, dengan membaca saja kita mendapat pahala, apalagi jika diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.