Peringatan Puncak Harjalu, Cak Thoriq: “Jadikan Momentum Untuk Meneruskan Cita-Cita Leluhur”

67

Jatimpost.com – Serangkaianacara dilakukan untuk memperingati hari jadi Lumajang (Harjalu) yang ke 763tahun. Puncak acara di digelar di Alun-alun Lumajang dengan penuh khidmat,Sabtu (15/12/18). Acara pun nampak meriah dengan dibanjiri oleh warga Lumajang untuk menyaksikan Harjalu.

Prosesi peringatan Harjalu diawali dengan Bupati dan wakil Bupati Lumajang beserta jajaran forkompimda berjalan dikawal oleh prajurit dan cucuk lampah dari Pendopo Arya Wiraraja menuju Alun-alun Lumajang.

Setelah memasuki area Alun-alun, Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menerima Tombak Pusaka dari pemeran sosok Narrarya Kirana Sminingrat (Wisnu Wardana) sebagai simbol estafet kepemimpinan dari pemimpin pertama Nagari Lamajang kepada Bupati Lumajang sekarang.


Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) menerima Tombak Pusaka dari pemeran sosok Narrarya Kirana Sminingrat (Wisnu Wardana)

Pada sambutannya, Cak Thoriq menyampaikan sejarah berdirinya Lumajang yang mana kota pisang itu didirikan oleh pemimpin yang memiliki keteguhan hati dan jati diri yang kuat untuk membangun Lumajang.

“Arya Wiraraja mempunya jiwa kstaria, jiwa administratur, jiwa kepemimpinan, tangguh dan jati diri kuat yang bisa membuktikan bahwa Lumajang bisa berdaya saing, hari ini tanggung jawab kita, kita yang harus meneruskan, Lumajang harus mempunyai daya saing, jati diri, tanggung jawab kita meneruskan cita – cita leluhur,” tutur Cak Thoriq.

Pada peringatan Harjalu ke 763 Cak Thoriq berharap dijadikan momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kecintaan dan berbenah bersama-sama untuk menjadikan Kabupaten Lumajang lebih baik, dapat berdaya saing dan memiliki jati diri yang kuat seperti pendirinya.

“Saya berharap kita semua mampu melakukan introspeksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan di dalam membangun kabupaten ini dan selanjutnya bagaimana ke depan kita mampu berperan lebih di dalam pembangunan guna menuju Lumajang yang Hebat dan Bermatabat,” harapnya.

Acara diakhiri dengan simbolis pemotongan tumpeng oleh Bupati Lumajang bersama wakilnya menandakan Hari Jadi Lumajang yang ke-763.

Sebagai hiburan, masyarakat dimanjakan dengan berbagai tarian seperti Tari Bedoyo Lamajang dan Tari Godril Lumajangan. Tidak hanya itu, gunungan dari beragam hasil bumi Lumajang di akhir acara menjadi rebutan masyarakat Lumajang yang hadir. [hy/red]