Pengendara Roda Dua di Surabaya Raya Boleh Boncengan di Masa Transisi New Normal, Tapi…

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan

Surabaya, Jatimpost.com – Di masa transisi setelah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menuju masa New Normal, pengendara roda dua di kota Surabaya Raya saat ini diperbolehkan berboncengan walaupun bukan dalam satu kartu keluarga (KK). Namun ada sejumlah aturan yang harus di patuhi oleh setiap pengendara.

Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Budi Indra Dermawan menjelaskan, ada aturan yang harus di patuhi oleh setiap pengendara roda dua di wilayah Surabaya raya (Surabaya, Sidoarjo, Gresik). Aturan tersebut berlaku selama 14 hari dalam masa transisi New Normal.

“Di sisi transportasi masyarakat kalau berboncengan pakai helm, pakai masker, pakai sarung tangan. Boncengan boleh, tapi jangan lupa pakai helm terus,” kata Budi di Surabaya, Rabu (10/6/20).

Budi mengatakan, diberlakukannya aturan tersebut ialah bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19 di Wilayah Surabaya. Sebab grafik kasus Covid-19 di daerah Surabaya masih cukup tinggi.

Sementara untuk kendaraan roda empat, ada kelonggaran aturan 50 persen dari kapasitas. Namun, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tetap menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Kalau naik mobil kapasitasnya kalau memang harus berempat yakinkan berempat itu dari rumah, bukan dari luar,” tandasnya.

Sedangkan untuk anggota Polantas yang bertugas di lapangan, Budi mewajibkan personelnya untuk memakai alat pelindung diri (APD). Minimal memakai masker, sarung tangan dan face shield.

“Karena jalanan mulai normal, kalau anggota pakai masker, pakai face shield, pakai sarung tangan. Sekarang anggota patroli mengingatkan masyarakat untuk COVID-19 ini menggunakan helm, pakai masker,” lanjutnya.

Untuk penumpang gojek, Budi menghimbau untuk membawa helm sendiri dan memakai masker dan membawa hand sanitizer. “Terutama naik ojol, jangan helmnya gojek kita pakai. Kalau bisa helm kita sendiri, karena kita nggak tahu helmnya dari mana aja kan,” pungkas Budi. [aw]