Pemprov akan Terapkan One Gate System di Terminal Tipe B

Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berencana mengonsep pelayanan terminal Tipe B di Jawa Timur layaknya stasiun kereta api dan bandara. Semua layanan akan bersifat one gate system, tujuannya agar semua akses masuk dan keluar kendaraan mudah dikontrol.

“Terminal akan kita konsep seperti bandara dan stasiun. Pelayanan ditingkatkan, jadi tidak ada lagi bus-bus yang tidak masuk dalam terminal. Setiap pelanggaran di terminal akan dilakukan tindakan, jadi kendaraan-kendaraan yang tidak sesuai atau melakukan pelanggaran seperti logo uji mati, kartu trayeknya mati akan kita tilang. Dan alhamdulilalh sejak 2017 sudah terlaksana dengan baik,” ujar Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Jalan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Muhammad Isa Anshori, seperti dilansir dari dishub.jatimprov.go.id (22/3).

Saat ini, kata Isa, Pemprov Jatim sedang merumuskan bagaiman setiap orang hanya boleh mempunyai akses tertentu di area publik. Artinya ada pemisahan lokasi antara pengunjung terminal dengan calon penumpang di terminal. Hal ini untuk memudahkan pengawasan dan pengendalian oleh pengelola terminal.

“Dengan one gate system, kita rumuskan orang tertentu akan ditempatkan di area publik, dipisahkan dengan orang yang memiliki tiket di area tertentu, seperti di bandara dan stasiun,” katanya.

Menurut Isa, untuk layanan e-ticketing akan diuji coba lebih dulu antara Surabaya – Malang sekira empat (4) bulan ke depan.

Sesuai Undang-Undang 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, terminal tipe B seperti Terminal Bratang, dan Kedungcowek di Surabaya telah menjadi kewenangan Pemprov Jawa Timur. Saat ini ada 26 terminal yang dikelola oleh propinsi.

Semua personel, prasarana, dan sarana, serta pembiayaan di terminal tipe B kini sepenuhnya menjadi kewenangan Pemprov Jawa Timur.