Pasca PSBB, Mas Iin Harap Pemerintah Daerah Hati-hati dalam Menyiapkan Pola Kenormalan Baru

Sidoarjo – Menghadapi era kenormalan baru setelah pemberlakuan PSBB di Surabaya Raya dihentikan, anggota Fraksi PKB DPRD Jatim Achmad Amir Aslichin meminta pemerintah daerah terkhusus Kabupaten Sidoarjo untuk memperhatikan betul protokol kesehatan di masyarakat selama masa transisi menuju era new normal.

Sebab, kurva Covid-19 masih belum menunjukan tanda-tanda landai dan sudah menembus angka 1000 kasus di seluruh Indonesia dan Jawa timur sebagai penyumbang kasus Covid-19 tertinggi ke dua sebanyak 220 kasus pada Selasa (9/6) kemarin.

Menurut Mas Iin, dengan tingginya angka kasus tersebut, dirinya meminta pemerintah daerah di Sidoarjo agar memperketat protokol kesehatan dengan cara memperluas rapid test dan tracing di berbagai lini sektor seperti tempat-tempat keramaian dan pusat perbelanjaan.

“Kita apresiasi langkah pemerintah dalam menyambut era normal ini. Namun, yang menjadi catatan adalah bagaimana kasus Covid-19 di Sidoarjo bisa ditekan sedemikian rupa. Sebab, banyak sektor kawasan industri dan pusat perbelanjaan yang akan aktif kembali pasca PSBB ini,” ungkap Mas Iin saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Rabu (10/6/2020).

Dari data yang dihimpun melalui Dinkes Sidoarjo per 8 Juni 2020, jumlah kasus Covid-19 ada 775 pasien positif Covid-19, Orang Dalam Pantauan (ODP) 1.171 dan Pasien Dalam Pantauan sebanyak (PDP) 546 pasien.

Untuk itu, belum ada tanda-tanda landainya angka kasus Covid-19 ini setidaknya dapat menjadi rujukan pemkab Sidoarjo agar hati-hati dalam menyiapkan skema kebijakan menghadapi era new normal.

“Untuk pemerintah daerah yang masih menjadi zona merah di wilayahnya, agar tegas dalam menyiapkan skema new normal. Saya harap tidak ada cluster baru setelah ini,” harapnya.

Selain itu, Ketua DKW Garda Bangsa Jatim yang digadang-gadang sebagai calon Bupati Sidoarjo itu meminta masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Seperti memakai masker dan mencuci tangan usai beraktifitas di luar rumah.

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga diri dengan memperketat protokol kesehatan saat beraktifitas di luar rumah,” tandasnya.

Sebelumnya, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo disepakati berakhir per 8 Juni 2020 kemarin.

Keputusan itu disepakati pemerintah Provinsi Jawa Timur dan kepala daerah dalam rapat evaluasi penerapan PSBB Surabaya Raya jilid 3 di Gedung Negara Grahadi.

Selanjutnya, wilayah Surabaya Raya akan masuk dalam masa transisi selama dua pekan sebelum penerapan konsep New Normal.