Pasangan LADUB (Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono) Siap Tekan Angka Pengangguran di Kabupaten Malang

Foto Istimewa

JatimPost, Malang – Masalah pengangguran di Kabupaten Malang juga menjadi perhatian khusus dari Pasangan LADUB (Hj Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono). Pasangan LADUB menawarkan program sebagai solusi mengatasi pengangguran. Salah satunya yaitu dengan mengoptimalkan sektor Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kabupaten Malang.

Sementara itu Bacawabub dari pasangan LADUB menegaskan bahwa, dengan mengoptimalkan sector UMKM akan mampu menyerap tenaga kerja secara optimal.

“Harus diakui sebagai salah satu pilar ekonomi UMKM adalah penopang sektor perekonomian kerakyatan yang mana hal itu juga mampu menyerap tenaga kerja secara optimal,” ujar Bacawabup Malang, H Ir Didik Budi Muljono MT, Kamis (17/9/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan, salah satu cara dalam menumbuhkan kembali geliat UMKM adalah dengan melihat permasalahan secara menyeluruh sereta memberikan stimulus dan pendampingan terhadap para pelaku UMKM di Kabupaten Malang.

Selain itu , pihaknya juga memberi penjelasan terkait pendampingan tersebut tidak hanya sebatas memberikan masukan dan saran, namun harus ikut serta dalam packaging dan pemasaran produk nantinya.

“Mereka jangan hanya dipacu untuk produksi saja, namun Pemerintah Daerah juga harus memberikan atau memfasilitasi akses pemasaran produknya, dengan begitu UMKM bisa berjalan dan berkembang pesat, imbas positifnya adalah penyerapan lapangan kerja yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Didik Budi,  yang perlu kita dorong adalah bagaimana Pemkab bisa mendorong masuknya investor swasta untuk membangun usaha di Kabupaten Malang, ini sangat penting karena salah satu dampak positif dari adanya investor adalah peluang besar terbukanya lapangan pekerjaan,” jelasnya.

Oleh karenanya, salah satu program dari visi Malang Bangkit yang diusung Pasangan LADUB di Pilkada 2020 kata dia adalah bagaimana masyarakat Kabupaten Malang bisa sejahtera lahir dan batin baik secara fisik maupun spiritual.