Pak De Karwo : Jangan Ikutan Pak RT Lah

JEMBER, jatimpost.com – Pernyataan Gubernur Jawa Timur Soekarwo kepada wartawan di Gedung Grahadi dianggab merendahkan profesi Ketua Rukun Tetangga (RT). Terlebih pernyataan ini muncul ketika dalam momentum Pemilihan Gubernur. Pak De (panggilan akrab Soekarwo) mengarahkan calon gubernurnya agar tidak mengikuti tren Pak RT, bahkan Pak De menyatakan tidak baik.

“Jangan  ikutan Pak RT lah dikit-dikit pidato, gak baik,” ungkap Pak De Karwo kepada wartawan sebagai mana diberikan dalam detik.com.

Menanggapi hal ini, Sarif, salah satu Ketua RT di Jember menilai pernyataan Gubernur Jawa Timur ini berlebihan. Menurutnya, tidak etis seorang pimpinan daerah memberikan pernyataan demikian, terlebih hanya untuk kepentingan mendukung Calon Gubernur yang didukungnya.

“Kita sadar bahwa jadi ketua RT mungkin tak sehebat jadi gubernur, tapi tidak etis lah seorang gubernur memberikan pernyataan begitu, meski ketika beliau ngomong kapasitasnya sebagai Ketua Partai. Kita kecewa, terlebih hanya untuk kepentingan dukung mendukung,” tutur Sarif kepada jatimpost.com

Disisi lain, Lukman yang juga salah satu Ketua RT di Jember merespon keras pernyataan Pak De Karwo. Dirinya merasa dilecehkan. Menurutnya Pak De Karwo belum tau bagaimana sulitnya jadi Ketua RT.

“Saya tersinggung dengan pernyataan Pak De, dia kan gubernur. Pak De belum tau sulitnya jadi Ketua RT, kerja tanpa bayaran, beban yang ditanggung berlebihan. Kalaupun tidak bisa mensejahterakan Ketua RT, minimal tidak merendahkan,” kata Lukman kepada jatimpost.com.

Lukman menilai, pernyataan Pak De Karwo adalah bentuk kepanikan. “Pak De Karwo panik, mungkin dia sudah tau kalau calonnya akan kalah,” lanjutnya. (nm)