Organda Tanjung Perak Surabaya Desak Peremajaan Truk Yang Sudah Berusia Tua

Surabaya – Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Khusus Tanjung Perak Surabaya, mendesak perusahaan yang menggunakan fasilitas pelabuhan tersebut melakukan peremajaan armada truknya, karena hampir 4 ribu atau sekitar 40 persen dari 9 ribu unit truk di wilayahi  itu sudah berusia tua.

“Saya melihat ada sekitar 40 persen yang harus diremajakan dalam waktu singkat. Artinya, truk-truk yang diremajakan itu sudah berusia tua atau lebih dari 20 tahun,” kata Ketua Umum DPC Organda khusus Tanjung Perak Surabaya Kody Lamahayu di Surabaya, Sabtu (12/10/2019).

Kody mengaku hingga saat ini beberapa perusahaan belum patuh terhadap pengendalian Over Dimensi Over Loading (ODOL) bagi truk-truk yang berkegiatan di pelabuhan.

“Truk-truk yang ada di wilayah Tanjung Perak kian melemah. Selain renta, apabila truk tersebut tetap dipertahankan diperlukan kecermatan dalam perbaikan truk. Daripada terus menerus perbaikan lebih baik diganti dengan yang baru,” katanya.

Kody akan terus mengingatkan beberapa perusahaan atau seluruh anggotanya agar mengikuti aturan dari pemeritah, yakni pengendalian ODOL terhadap truk-tuk yang melebihi kapasitas angkut dan dimensinya.

“Kalau kendaraan tidak melanggar ODOL, maka pengusaha angkutan barang akan turut diuntungkan. Karena, kendaraannya akan sehat dan dapat diremajakan ,” tuturnya.

Dijelaskan, progam pemerintah ini harus secara nyata dan penuh kesadaran. Pasalnya, pada tahun 2021, akan ditetapkan kendaraan bebas pelanggaran ODOL.

Diharapkan, melalui penekanan terhadap ODOL, maka barang dengan berat yang sama bisa dimuat menjadi 2 atau 3 truk angkutan barang.

“Dengan begitu, pengiriman barang juga lebih lancar, dan kendaraan tidak mengalami as patah, ban meletus atu mogok di jalan. Selain itu, angka kecelakaan lalu lintas dapat berkurang, karena semua truk memuat sesuai aturan yang telah ditetepkan,” katanya.