Optimalisasi BUMD, Cara Pemprov Jatim Kendalikan Inflasi Daerah

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah

Surabaya, Jatimpost.com – Dalam rangka mengendalikan infalsi daerah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini telah menyiapkan pengembangan model kerja sama antar daerah melalui peran optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Untuk merealisasikan hal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan tugas khsusu kepada PT Jatim Grha Utama (JGU). Dengan adanya kontrol suplay-demand komoditas pangan yang sifatnya sangat strategis, tidak menutup kemungkinan inflasi daerah bisa dikendalikan.

“Kita telah diberikan informasi detail di titik mana yang mempengaruhi inflasi dan mana yang justru memberikan ketahanan,” kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (5/11/20).

Tidak hanya berkaitan dengan suplay-demand, pengelolaan komoditas strategis juga perlu dilakukan manajemen stok dengan memaksimalkan resi gudang.

“Maka kita telah menyerahkan surat penugasan pada PT JGU, sebagai BUMD milik Pemprov Jatim, untuk mengambil peran dan menjalankan fungsi intermediatory supply-demand komoditas strategis,” imbuh Khofifah.

Sementara itu, pihak PT JGU menyatakan kesiapannya dan akan langsung tancap gas melaksanakan tugasnya sebagai fungsi intermediatory supply-demand komoditas strategis di Jatim.

Diketahui, PT JGU yang merupakan holding company dari PT Puspa Agro akan melakukan penataan manajemen intermediatory supply-demand untuk komoditas telur dan daging ayam, yang banyak menyumbang inflasi di Jatim.

Dirut PT JGU Mirza Muttaqien mengatakan komoditas telur ayam dan daging ayam memang banyak menyumbang inflasi di Jatim. Untuk itu, pihaknya akan berupaya menjaga ketersediaan pakan bagi peternak, menjaga stabilitas harga produk hasil panen dan membantu pemasaran produk ternak.

“Dalam produksi telur dan daging ayam, peternak membutuhkan jagung untuk pakan. Kendalanya di lapangan, ketersediaan jagung tidak cukup, dan harganya naik turun, bahkan terkadang harga jagung naik barangnya juga sulit untuk dicari. Sehingga dibutuhkan kerjasama antar daerah guna memberikan supply yang cukup untuk pakan ternah ayam daging dan petelur,” papar Mirza.

Mirza juga menyebutkan, pihaknya juga akan bekerjasama dengan sejumlah kelompok tani jagung pakan ternak dari Jatim dan luar Jatim. Supply jagung untuk peternak akan diupayakan dari luar daerah, dengan keuntungan peternak mendapatkan ketersediaan yang cukup dan harga stabil.

Begitu juga dengan hasil produk ternaknya. Untuk telur dan jagungnya, pihaknya akan membantu mengelola manajemen stok dengan menggunakan cold storage dengan mengoptimalkan 25 resi gudang berbasis IT yang sudah ada di Jatim.

“Smart warehousing multy platform tersebut akan memperkuat manajemen stock khusus untuk daging ayam,” imbuh Mirza. [*]