Nilai Tak Punya Etika, CIA Tuntut Ketum Hanura Minta Maaf

SURABAYA, jatimpost.com – Pernyataan Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) yang menyindir sosok Muhaimin Iskandar (Cak Imin) memicu pernyataan keras dari berbagai kalangan. Statemen kasar OSO tersebut telontar saat Acara Syukuran Partai Hanura usai dinyatakan lolos pemilu.

“Saudara, kenapa orang lain boleh, kenapa kita enggak boleh? Kita sebuah partai, berdiri saudara, nyatakan Pak Wiranto sebagai wapres,” ujar OSO saat memberikan sambutan, Kamis (22/2/2018).

Tak hanya itu, OSO melempar sindiran kepada Cak Imin yang diusung partainya sebagai cawapres. “Masa, PKB saja berani, orang pendek gitu jadi wakil. Masa kita enggak berani,” ucap OSO.

Koordinator Cak Imin Army (CIA) Alif menila pernyataan OSO tersebut justru akan menjadi bumerang yang akan memperburuk citra partai Hanura sendiri. Menurutnya, etika komunikasi politik yang seharusnya dimiliki oleh semua ketum partai ternyata tidak ada pada sosok OSO.

“Kalau omongannya sudah ngelantur begitu, berarti dia sedang panik. Justru itu menjadi bukti bahwa partai Hanura sendiri tidak percaya diri mengusung Wiranto,” sindir Alif, Jum’at (23/2/2018).

Pihaknya juga menuntut agar OSO segera meminta maaf secara terbuka. Hal itu perlu dilakukan untuk meredam situasi agar tidak semakin panas.

“Kritik membangun itu lumrah. Tetapi kalau sudah menyindir fisik, itu tidak lucu. OSO harus segera minta maaf secara terbuka,” tegasnya.