Meski Hujan Mulai Turun, BPBD Sumenep Tetap Salurkan Air Bersih ke Sejumlah Wilayah

Foto Istimewa

Sumenep, Jatimpost.comMemasuki akhir bulan Oktober, beberapa wilayah di Kabupaten Sumenep Madura terjadi hujan. Namun, di beberapa wilayah lainnya masih tetap tidak hujan dan tetap mengalami kesulitan air bersih.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep Abd Rahman Riadi mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih tetap menyuplai air bersih dibeberapa daerah terdampak kekeringan.

“Masih ada beberapa desa yang diprioritaskan karena mengalami krisis air, jadi meski hujan, suplai air bersih tetap dilakukan,” kata Rahman, Selasa (27/10/2020).

Selain itu, lanjutnya, hujan terjadi tidak merata dan curah hujannya masih sangat rendah, sehingga masih kesulitan air bersih.

“Jadi di beberapa daerah langganan kekeringan, sumber mata air bersihnya masih belum bisa digunakan karena curah hujannya masih rendah,” pungkasnya.

Sesuai prakiraan BMKG, Rahman memprediksi musim hujan baru akan terjadi mulai November. Saat masuk musim penghujan itulah biasanya sumber mata air kembali normal.

“Tetapi apabila masih ada desa-desa yang mengalami kekeringan, kami tetap akan melakukan droping air bersih sesuai permintaan dan kebutuhan masyarakat,” tandasnya.

Berdasarkan data di BPBD, sedikitnya ada 37 desa yang dinyatakan rawan kekeringan, baik kering kritis maupun kering langka. Terbanyak di Kecamatan Pasongsongan dan Batuputih.