Merawat Sejarah Kota Surabaya Dengan Refleksi Perobekan Bendera Belanda

169

Surabaya, Jatimpost.com – Dalam rangka mengenang perjuangan yang dilakukan para pahlawan di kota Surabaya, diperingati kilas balik perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato atau sekarang dikenal dengan Hotel Majapahit.

Acara ini dihari oleh Veteran, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini serta Kapolrestabes Kombes Pol M Iqbal. Meraka mengenakan pakaian ala pejuang sehingga menarik perhatian masyarakat yg turut hadir dalam acara.

“Cik kurang ajar arek londho ngibarno merah putih biru nang bumi Suroboyo. Hei… Indonesia wes merdeka. Londho, dukno genderomu, Indonesia wes merdeka,” rekaman suara disertai dentuman ledakan saat proses penyobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih menggema di sekitar Hotel Yamato, Kamis (14/9/2017).

Para peserta dan undangan yang hadir terlihat khidmat mengikuti serangkaian kilas Balik yang diperankan oleh para pemain teatrikal perobekan bendera Belanda.

Refleksi perobekan bendera Belanda di Hotel Yamano menurut Risma adalah sebuah sejarah yang tidak boleh dilupakan oleh masyarakat. Itu adalah sebuah perjuangan dalam mempertahankan kemerdekan kala itu yang juga wajib diketahui oleh generasi muda bangsa.

Harapannya, agar pemuda bangsa dapat terus menjaga dan merawat semangat yang dimilik pejuang yang telah rela berkorban meski sudah merdeka.

“Anak-anak muda, meraka tidak boleh menyerah, mereka harus berani berjuang untuk merebutkan kemenangannya di masa-masa akan datang,” kata Risma usai kilas balik.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Surabaya, Hartoyik mengharapkan agar para pemuda bisa memaknai peristiwa perobekan bendera ini dengan baik dan benar, karena penuh pengorbanan serta cucuran darah dan air mata.

“Dengan peristiwa perobekan bendera ini, wujud untuk ibu pertiwi yang 350 tahun dijajah, peristiwa ini bagaikan mercusuar yang menyinari terang yang diikuti seluruh negeri ini, untuk itu saya yakin kedepan para pemuda bisa membawa negeri ini dengan profesional,” ungkapnya. [awh]