Menjadikan Nilai-Nilai Pancasila Dasar Berperilaku di Masyarakat

Jatimpost.com – 1 Oktober kemarin bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan tersebut untuk mengenang bagaimana Pancasila berhasil bertahan usai mendapatkan serangan fisik dari kelompok komunis, sebut saja peristiwa G30S PKI 1965. 1 Oktober 1966 merupakan tahun pertama peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia.

Di momen Hari Kesaktian Pancasila ini, Politisi PKB Jawa Timur Ahmad Athoillah mengajak pemuda atau generasi milenial untuk menjadikan nilai-nilai filosifis yang ada di Pacasila  sebagai dasar berperilaku di masyarakat.

“Hari Kesaktian Pancasila jangan hanya dimaknai seremonial saja, yang lebih penting dari itu semua adalah menjadikan Pancasila perilaku sehari-hari dalam berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat,” katanya, Kamis (3/10/2019).

Pengamalan nilai-nilai Pancasila tersebut amat penting untuk membentengi diri dari perilaku yang menyimpang dari norma-norma yang ada di masyarakat. Tidak hanya generasi millennial, namun juga pejabat publik harus bisa mengimplentasikan nilai-nilai tersebut, sehingga terhindar dari perilaku korup.

Athoillah mencontohkan banyak pejabat negara melakukan korupsi. Artinya mereka belum benar-benar mengaplikas Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Ini artinya pancasila tidak dijadikan perilaku dalam mengemban amanat sebagai pejabat atau pengabdi negara. Mestinya, pancasila itu benar-benar menjadi jalan hidup, nation building. Tidak hanya segi ucapan saja, tapi dalam segi perbuatan,” terangnya.

Untuk generasi milenial, Menurut Athoillah Pancasila menjadi dasar dalam bergaul antar sesama anak bangsa di tengah perbedaan. Sikap saling hormat menghormati antar umat beragama dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan  menjadi kunci dalam menjaga persuadaraan. Sebab jika hal itu tidak bisa diamalkan akan mudah menimbilkan perpecahan.

“Kondisi masyarakat kita sekarang mudah terhasut dan terbakar emosinya, utamanya di media sosial. Untuk itu, perlu kembali mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila yang telah menjadi falsafah bangsa Indonesia dalam bernegara,” tuturnya.