Memasuki Musim Kemarau, Enam Desa di Tulungagung Mulai Kesulitan Air Bersih

Foto Istimewa

Tulungagung, JatimpostMemasuki musim kemarau tahun ini, tercatat 3.537 kepala keluarga (KK) di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan di Kabupaten Tulungagung, mulai mengalami kesulitan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Suroto mengatakan, enam desa yang terdampak kekeringan yakni Desa Pakisrejo dan Tenggarejo di Kecamatan Tanggunggunung, Desa Banyu Urip, Kalibatur dan Rejosari di Kecamatan Kalidawir serta Desa Sukorejowetan di Kecamatan Rejotangan.

“Enam desa ini sudah mengajukan bantuan air bersih ke BPBD, karena memang kondisi air di kampung sudah kering. Jadi Kecamatan Tanggunggunung dua desa, Kalidawir tiga desa dan Kecamatan Rejotangan satu desa,” kata Suroto, Rabu (26/8/2020).

Soeroto menjelaskan untuk masing-masing desa yang mengalami kesulitan air bersih itu mendapat jatah distribusi air bersih sebanyak dua tangki per harinya dengan kapasitas air masing – masing tangki berisi 5 ribu liter.

“Setelah mendapat laporan adanya permintaan air dari pihak desa. Kami langsung kirimkan air, sehari bisa enam tanki yang kami keluarkan,” katanya.

Desa yang kekeringan tersebut merupakan daerah langganan krisis air setiap tahun. Itu diakibatkan faktor geografis kawasan, yang rata-rata berada di pegunungan tandus.

“Di sisi lain pohon-pohon besar yang menjadi kantong penyimpanan air sudah banyak berkurang. Sehingga berpengaruh terhadap stok air di saat musim kemarau,” pungkasnya.

Suroto memastikan penanganan kekeringan di Tulungagung telah teranggarkan secara khusus di BPBD. Sehingga tidak terpengaruh dengan realokasi anggaran untuk penanganan COVID-19.

“Untuk penanganan bencana yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan dasar masyarakat tidak kami realokasi, termasuk penyediaan air bersih ini, jadi aman,” tandasnya.