Manut Kiai, Paslon Bupati-Wakil Bupati Tuban Mbak Ana-De Anwar Tanda Tangani Kontrak Jamiah NU

Tuban, Jatimpost.com Pasangan bakal Calon Bupati-Wakil Bupati Tuban Khozanah Hidayat-Mohammad Anwar tanda tangani kontrak Jamiah Nahdlatul Umala (NU). Paslon dengan panggilan Mbak Ana dan De Anwar ini tanda tangani kontrak tersebut di hadapan Rais Syuriah PCNU Tuban, K.H. Cholilurrahman dan Ketua Tanfidziyah, K.H. Musta’in Syukur.

Dengan ditanda tangani kontrak tersebut, KH Musta’in panggilan akrabnya, berharap kepada kedua calon jika ditakdirkan menang dan dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tuban periode 2020-2025 pembangunan dan pemberdayaan jamiah NU semakin lebih baik.

“Semoga dengan kontrak itu menjadikan Tuban lebih religius dan lebih baik lagi,” harap K.H. Mustain-, Senin (21/9/20).

Dikesempatan yang sama, kontrak tersebut yang sebelumnya diemban oleh Bupati Huda dan Wapub Noor Hasan telah dikembalikan kepada PCNU Tuban. Dengan begitu, mandat kontrak akan dilanjutkan oleh paslon Mbak Ana-De Anwar.

Sementara itu, paslon Mbak Ana-De Anwar mengatakan, kontrak dan arahan dari para kiai akan menjadi landasan visi-misinya dalam pemerintahannya, termasuk dalam melakukan pembangunan di Kota Bumi Wali itu.

“Kami berdua sebagai kader NU, kontrak jamiah itu secara otomatis menjadi program kerja dan visi-misi kami ke depan, tentunya kami juga akan mengajak bersama serta merangkul elemen masyarakat lain diluar warga nahdliyin,” kata Mbak Ana.

Beberapa poin yang ada dalam kontrak Jamiah NU diantaranya:

  1. Membangun kokohnya ukhuwah insaniyah, ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan juga ukhuwah nahdliyah, serta hal-hal yang bisa mengancam keutuhan NKRI dan kesatuan umat, dengan sistematis dihindarkan.
  2. Senantiasa menciptakan suasana masyarakat yang rukun, aman, dan damai. Menjauhkan Kabupaten Tuban dari paham-paham radikal, baik berbasis agama, sosial, budaya, dan ekonomi.
  3. Akan berupaya meningkatkan kesejahteraan umat, secara berkesinambungan dengan melakukan pembinaan-pembinaan dan pengembangan potensi daerah secara maksimal dengan memprioritaskan warga/pengusaha daerah.
  4. Memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat, lembaga pendidikan, baik berbasis agama seperti pesantren, madrasah, TPQ, dan juga pendidikan umum diberikan porsi yang sama besar.
  5. Tagline “Tuban Bumi Wali” tetap dipertahankan sebagai spirit dalam membangun Kabupaten Tuban. Implementasi dari tagline itu adalah terciptanya masyarakat yang religius. Kegiatan-kegiatan yang menjurus tereduksinya nilai-nilai religiusitas di Tuban, secara sistematis dihilangkan.
  6. Demi menjaga marwah jamiah dan jemaah, saat menjadi bupati-wakil bupati akan menjauhkan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dari lingkaran pemerintahan Kabupaten Tuban.
  7. Asas profesionalisme akan menjadi acuan dalam memilih dan mengangkat pejabat-pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Tuban.