Mahasiswa KKN UNEJ Gandeng UMKM Kembangkan Hasil Pertanian Menjadi Produk Inovatif “Kerupuk Sehat”

Krupuk Sehat inovasi KKN UNEJ 10 dengan UMKM (foto: istimewa)

Banyuwangi, Jatimpost – KKN UNEJ 10 bertema Back To Village adalah upaya mewujudkan desa surga dengan menggandeng UMKM. Ditengah wabah Covid-19 saat ini, Usaha Masyarakat Kecil Menengah kerap mengalami kendala dalam kegiatan operasionalnya.

Salah satu UMKM yang mengalami kendala yaitu UMKM Lancar Joyo milik Pak Dugel di Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi yang mengalami kendala dalam memperoleh bahan baku kerupuk ikan tenggiri miliknya.

“Bahan baku pembuatan krupuk ketika pandemi seperti sekarang ini harganya naik dan kadang susah didapat,” kata Pak Dugel, Rabu (12/8/2020).

Pak Dugel menjelaskan hal ini sangat mempengaruhi aktivitas produksi sehingga hasil produksi kerupuk ikan tenggiri menurun drastis.

“Kalau bahan baku terus-terusan sulit didapat dan mahal, gimana kita mau produksi. Mau nggak mau ya kita berhenti produksinya,” tambah Pak Dugel.

Menurut Pak Dugel pelaku UMKM kerupuk, “Kerupuk Sehat” merupakan angin segar bagi dirinya dan warga Desa Sumberbaru. Inovasi kerupuk ini sangat jarang ditemui produksinya.

Desa Sumberbaru memiliki hasil pertanian yang melimpah. Bersamaan dengan itu, mahasiswa KKN UNEJ mencoba menginovasikan hasil pertanian tersebut menjadi produk “Kerupuk Sehat” dengan bahan baku utama beras merah sehat, sayur-sayuran hijau dan wortel.

Diah Wahyuning Tita, salah satu mahasiswa jurusan Ekonomi KKN UNEJ berharap kedepan masyarakat mampu berwirausaha dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa sendiri. Hal ini akan menghemat biaya produksi terutama dalam rincian pembelian bahan baku.

“Hasil pertanian yang ada didesa ini memiliki potensi yang hebat dan sangat inovatif jika dikembangkan atau diolah. Dan sangat efisien dalam menghemat biaya produksi khususnya bahan terkait baku,” kata Diah.

Diah menambahkan, “Kerupuk Sehat” diambil karena kerupuk yang diproduksi tidak menggandung MSG, pewarna sintesis dan pengawet. Sebelum melakukan sosialisasi inovasi produk, Diah beserta Tim KKN UNEJ melakukan praktik pembuatan kerupuk sehat hingga mendapatkan komposisi resep terbaik. Selain itu, inovasi “Kerupuk Sehat” juga memiliki peluang pasar yang baik. Hal ini dikarenakan sedikitnya pesaing produsen kerupuk dengan bahan sayuran di pasaran.

“Sebelum sosialisasi kami lakukan improvisasi dahulu tema kerupuk sehat dengan percobaan-percobaan komposisi resep. Dan tidak banyak juga produsen krupuk yang memanfaatkan bahan-bahan sayuran,” tambah Diah.

Tidak hanya itu, pelatihan pemasaran produk melalui E-Commerce dan pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi halal bagi suatu produk juga disampaikan kepada masyarakat. Dengan tujuan mengajak UMKM untuk memanfaatkan hasil Pertanian desa menjadi produk yang inovatif dan kompetitif agar memiliki peluang pasar yang baik nantinya.

“Kami juga memberikan saran terkait pemasaran dan pengemasan yang baik. Sehingga produk dapat diterima dipasaran oleh konsumen,” ungkap Diah.

Diah menilai meskipun mewabahnya Covid-19 yang berdampak buruk dan menghambat perekonomian, UMKM harus mampu bersaing dan bertahan untuk menghadapi era New Normal saat ini. Segala kegiatan harus tetap dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan agar keadaan tetap terkendali dan perekonomian tetap berjalan.