Limbah Medis Yang Berbahaya Bagi Kesehatan Dibuang Sembarangan di Jalan Raya Pantura Situbondo

Petugas Puskesmas Banyuputih bersama petuagas kepolisian saat mengamankan limbah medis yang dibuang sembarang di tepi selokan di jalan raya pantura Situbondo (foto: kabarrakyar.id)

Situbondo, Jatimpost.com– Perilaku membuang sampah sembarang masih menjadi kebiasaan bagi masyarakat. Bahkan limbah medis yang riskan membawa penyakit dibuang sembarang di tepi sungai di jalan raya Pantura Situbondo-Surabaya.

Ratusan limbah medis itu ditemukan oleh warga Kecamatan Banyuputih, Situbondo (6/11/19). Saat ditemukan beberapa alat medis seperti jarum suntik masih dalam kondisi baru selesai dipakai, sebab bercak darah masih menempel pada jarum suntik tersebut.

Penemuan sampah medis itu langsung mendapat perhatian dari Puskesmas Banyuputih. Beberapa petugas puskesmas dan kepolisian diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan sampah tersebut.

“Tadi malam sampah medis itu langsung dievakuasi dan dibawa petugas puskesmas. Kami masih menyelidiki siapa pembuang sampah medis itu,” kata Kapolsek Banyuputih AKP Didik Rudianto.

Sementara itu, kepala Puskesmas Banyuputih menjelaskan bahwa limbah medis seperti jarum suntik merupakan limbah medis yang berbahaya. Dalam dunia medis jarum suntik bekas merupakan jenis limbah B-3 karena bisa membawa penyakit menular jika dibuang sembarangan.

“Yang jelas, bisa berbahaya. Ada jarum suntik, pil yang masih bagus terbungkus, ad acd dan ada kalender. Nanti akan kami sampaikan ke Dinas Kesehatan untuk di cek, limbah siapa,” kata Kiptiyah Kepala Puskesmas Banyuputih.

Temuan sampah medis ini menjadi yang ketiga kalinya di wilayah Kecamatan Banyuputih. Sebelumnya, sampah medis ditemukan di hutan kecil Desa Banyuputih dan di bawah jembatan Curahtemu, Desa Sumberanyar.

Ditanya soal apakah limbah medis itu hasil dari dinas kesehatan setempat, pihak terkait membantah bahwa limbah tersebut adalah hasil dari dinas kesehatan setempat. Saat ini pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut dengan melibatkan semua pihak, termasuk informasi dari warga. [aw]