Liga 1 2020 belum Bergulir, Arema FC kena Sanksi Rp 200 Juta

foto istimewa

Malang – Arema FC harus menerima kenyataan pahit karena mendapat denda sebesar Rp 200 juta sebelum Liga 1 2020 resmi bergulir.

Nasib kurang mengenakkan harus dialami Arema FC sebelum Liga 1 2020 resmi bergulir.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan dalam surat yang dikirimkan oleh Komdis PSSI berisi tentang suporter Arema FC yang terbukti melakukan penyalaan flare.

Tak hanya menyalakan flare, para suporter yang datang ke stadion juga sempat melempar flare ke dalam lapangan sehingga pertandingan sempat terhenti selama empat menit. Sudarmaji berharap sanksi ini dijadikan pembelajaran agar tak terulang di musim 2020 mendatang.

“Mari jadikan sanksi Komdis diujung laga home musim lalu sebagai pelajaran berharga dan terakhir agar tidak terulang. Jadikan momentum kompetisi 2020 dengan nihil pelanggaran regulasi, apalagi kita belum mengawali kompetisi tapi justru terkena sanksi ini sangat merugikan tim,” ujar Sudarmaji, Jumat, (10/1/2020).

Oleh sebab itu, Sudarmaji beserta jajaran manajemen Arema FC siap membuka komunikasi dengan suporter.

“Jadikan momentum kompetisi 2020 dengan nihil pelanggaran regulasi, manajemen siap menerima kritik dan masukan, serta siap menerima ajakan musyawarah,” ujarnya.

Dalam surat yang dikirimkan Komdis PSSI, denda untuk Arema FC selambatnya-lambatnya harus dibayar selama 14 hari sejak surat dikirimkan. Dengan denda ini, total untuk musim 2019 Arema FC terkena denda sebanyak Rp1 miliar lebih.

“Karena itu manajemen siap menerima kritik dan masukan, dan siap menerima ajakan musyawarah dengan semua pihak agar hal yang merugikan klub ini tidak terulang di kompetisi kedepan,” tandasnya.