Lestarikan Seni Budaya di Malang, Lathifah Shohib Siapkan Kalender Tahunan Budaya

Calon Bupati Kabupaten Malang nomor urut 2 Lathifah Shohib saat berdiskusi dengan para pemerhati kesenian di Kecamatan Singosari

Malang, Jatimpost.com – Untuk melestarikan Seni Budaya, Calon Bupati Malang Lathifah Shohib akan meluncurkan kalender tahunan Budaya jika dirinya diamanahi untuk memimpin Kabupaten Malang periode 2021-2025.

Hal itu disampaikan perempuan yang akrab disapa Bu Nyai Lathifah ini saat melakukan kampanye di Kecamatan Singosari, Sabtu (21/11/20). Dia bersama rombongan mengunjungi berbagai wilayah dan kalangan masyarakat. Salah satunya pelaku seni dan budaya yang ada di Singosari.

Kehadiran cucu pendiri NU, KH Bisri Syamsuri tersebut, disambut pemerhati budaya Jawa dan kesenian tradisional Jaranan Campursari masyarakat sekitar. Terlihat masyarakat cukup antusias menyambut Bu Nyai Lathifah.

Nyai Lathifah mengatakan, Kabupaten Malang dikenal dengan daerah yang kaya akan sejarah dan budaya. Bahkan tercatat dalam sejarah bahwa di Kabupaten Malang adalah cikal bakal terbentuknya kerajaan Singhasari dan Majapahit.

“Kita kaya akan warisan budaya dan sejarah. Selain itu di Kabupaten Malang juga banyak kesenian tradisional yang hingga saat ini masih lestari bahkan kesenian yang ada sudah turun temurun,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Cucu pendiri NU KH Bisri Syamsuri ini menjelaskan, di era yang sudah modern ini, kesenian dan budaya tradisional harus terus dilestarikan. Jika hal itu tidak dilakukan, generasi millennial tidak akan pernah tahu bahwa Indonesia kaya akan kesenian dan budaya tradisional.

Untuk menjaga kelestarian budaya di tengah era kemajuan seperti saat ini, pihaknya akan membuat kalender budaya tahunan jika dirinya terpilih menjadi Bupati Kabupaten Malang dalam Pilbup tahun 2020.

“Kebetulan saya sempat di Komisi X DPR RI yang membidangi pariwisata dan budaya, peluang go internasional sangat terbuka lebar, lantaran kita akan berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata lewat publikasi di website mereka agar budaya khas Kabupaten Malang bisa dikenal dunia internasional. Imbasnya kan ke kunjungan wisatawan baik lokal maupun internasional,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya akan mengeluarkan kebijakan strategis yang bersifat mengayomi dan mengembangkan budaya tradisional sehingga kekayaan warisan budaya tradisional Kabupaten Malang tersebut mampu berkiprah lebih luas. Salah satunya dengan memberikan stimulus pengembangan dan ruang aktualisasi untuk menjaga eksistensi mereka. [*]