Lakukan Sidak, Cak Thoriq Keluhkan Proses Pembangunan Stadion Semeru

Lumajang – Bupati Lumajang Thoriqul Haq melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap proses pembangunan Stadion Semuru bagian sebelah timur yang hampir rampung, senin (26/11/18). Saat melakukan sidak, ditemukan banyak kekurang dari proyek yang bernilai 4,7 miliar itu.

Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu didampingi kepala Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pemuda dan Olahraga, Agus Budianto serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Lumajang, Aziz Fahrurrozi, keliling untuk mengecek konstruksi bangunan dan memeriksa setiap sudut bangunan, mulai dari lantai, pondasi, hingga pemasangan kabel listrik.

Saat melakukan pengecekan, Cak Thoriq menyampaikan bahwa proses pembangunan tribun tidak sesuai harapan dari rencana pembangunan. Mulai dari tempat duduk penonton yang tidak siku, hingga pemasangan kabel listrik asal-asalan.

“Sudut kaki di setiap trap tidak siku, trap atas dan bawah ukuran dan lebarnya tidak sama. Ada yang besar dan kecil, makin bawah makin kecil, ada retakan di trap sebelah selatan,” keluh Cak Thoriq.

Tidak hanya itu, pembangunan pintu masuk pemonton menuju tribun dibangun tembok pembatas yang kemudian menghalangi pandangan penonton saat duduk di trap bagian atas. “Kok bisa ada atap permanen penutup pintu masuk, dan itu menjadi penghalang penonton,” tegasnya.

Bahkan Cak Thoriq menegur keras kontraktor yang mengerjakan kontruksi bangunan lantaran bangunan tidak sesusai harapan. “Yo opo garape rek (bagaimana garapnya-red), trapnya bergelombang, antara trap satu dengan lainnya. Apalagi kemiringan terlalu tajam tidak seperti di tribun Barat. Mosok ngene garape, wes, ndak layak (masa begini pekerjaanya sudah gak layak -red),” tegasnya.

Melihat kondisi pembangunan stadion Semeru yang masih banyak kekurangan dan tidak sesuai harapan, Cak Thoriq mengancam kepada pihak kontraktor tidak aka nada serah terima jika bangunan masih belum sesuai harapan.

“Saya tidak mau kalau pengerjaannya asal-asalan dan tidak sesuai dengan prosedur. Karena ini untuk kepentingan penonton. Jika tidak rapi, maka tidak akan ada serah terima,” ancamnya. [hy]