Kasus Covid-19 Terus Meningkat, PSBB atau Tidak Sudah Tidak Penting

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur Chusainuddin

Jatimpost.com – DPRD Jawa Timur terus menyoroti kinerja gugus tugas Pemprov Jawa Timur dan gugus tugas kabupaten/kota karena kasus penyebaran covid-19 terus mengalami peningkatan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Surabaya dengan tingkat penyebaran covid-19 paling tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Timur.

Per-tanggal 21 Juni 2020,  pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 di Surabaya mencapai angka 4.628 orang atau setengah dari kasus covid-19 se-Jawa Timur 9.528 orang. Hal tersebut tentu menimbulkan spekulasi terkait kinerja tim gugus tugas yang tidak efektif meski sudah diberikan anggaran besar bersumber dari APBD 2020.

Bahkan dari hasil temuan Badan Intelejen Negara (BIN) ada sebanyak 1.702 orang terkonfirmasi positif Corona COVID-19 selama pelaksanaan tes cepat massal di Surabaya, terhitung sejak 29 Mei – 20 Juni 2020.

Rentan waktu tersebut merupakan rentan waktu Surabaya sedang menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun tingkat penyebaran covid-19 ternyata sangat tinggi di wilayah Kota Surabaya.

Sebab itu, adanya wacana untuk memberlakukan Kembali PSBB di wilayah Surabaya dan sekitarnya ditanggapi pesimis oleh dewan Jawa Timur. Menurut Anggota DPRD Jawa Timur, Chusainuddin, pemberlakukan PSBB atau tidak untuk Surabaya dan sekitarnya saat ini sudah tidak penting, karena tidak mampu menekan angka persebaran covid-19. Yang terpenting adalah bagaimana membiasakan masyarakat untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol Kesehatan pencegahan covid-19. Sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan.

“Yang paling penting itu masyarakat berkegiatan sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah, itu yang penting,” ungkapnya, 22 Juni 2020.

PR pemerintah adalah melakukan tindakan preventif mulai dari sosialisi dan menyadarkan masyarakat untuk mematuhi protokol Kesehatan hingga pada tahap menyediakan alat pelindung diri (APD) sederhana di pusat-pusat keramaian. APD tersebut seperti masker, hand sanitizer dan tempat cuci tangan serta disinfektan.