Kabur Selama Setahun, Buronan Kasus Penipuan Tanah di Surabaya Berhasil Ditangkap

Konfernsi pers Polda Jatim terkait buronan kasus penipuan tanah

Surabaya, Jatimpost.com – Buronan pelaku kasus penipuan tanah yang kabur selama setahun berhasil ditangkap oleh Ditreskrimum Polda Jatim. Agung Widodo (41) warga asal Siwalankerto, Wonocolo yang menggelapkan uang senilai RP 225 milliar berhasil ditangkap ditempat persembunyiannya di Solo, Jawa Tengah.

“Tersangka AW ini telah melarikan diri hingga tanggal 5 Januari 2020 berhasil ditangkap di Solo dan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko saat jumpa pers kepada wartawan, Senin (25/1/21).

Gatot menjelaskan, tersangka melakukan penipuan terhadap Miftahur Royan pada tahun 2019 lalu. Saat itu tersangka diminta tolong menjadi perantara penjualan tanah 8,7 hektar milik korban Miftatuhur Roiyan dan Elok Wahibah.

Tanah yang terletak di Desa Tambakoso, Waru Sidoarjo itu diminta oleh korban untuk dijual oleh tersangka senilai Rp 225 miliar. Tersangka kemudian membujuk menyerahkan sertifikat hak milik (SHM) tanah korban.

Untuk memuluskan niat jahatnya itu agar terlihat meyakinkan kepada korban, tersangka sempat menyerahkan cek senilai RP 225 milliar. Tidak hanya itu, dia juga memperlihatkan lemari yang berisi uang mainan.

Setelah terbujuk dan yakin, korban kemudian menyerahkan 3 lembar SHM asli ke tersangka. Nahas, SHM tersebut malah digadaikan ke pihak lain senilai Rp 43 miliar.

“SHM tidak dijual melainkan digadaikan ke orang lain senilai Rp 43 miliar dengan akta PPJB dan kuasa jual seolah-olah merupakan jual beli,” jelas Gatot.

Menurut Gatot, korban baru menyadari telah jadi korban penipuan selah meminta dikembalikan SHM miliknya. Permintaan itu dilakukan setelah korban ingin membatalkan jual beli.

“Nah korban ini kemudian membatalkan jual beli karena cek Rp 225 miliar ini tidak bisa dicairkan. Dan 3 lembar SHM diminta dikembalikan,” terang Gatot.

“Namun SHM yang dikembalikan ini palsu dan yang asli telah beralih ke pihak lain. Kemudian korban ini melaporkannya. Tapi tersangka sudah kabur dan kami menangkapnya di Solo,” imbuhnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamanakan uang senilai Rp 1,5 miliar, 3 unit mobil jenis Jeep Wrangler Sport Ranage, Toyota Fortuner VRZ, dan Yaris atas nama tersangka.

“Ada juga 3 bidang tanah dan bangunan di Surabaya dan Pepelegi dan Punggul Sidoarjo. Juga ada 2 koper berisi uang mainan pecahan Rp 100 ribu,” tambahnya.

Dalam kasusu ini, tersangka dijerat penggelapan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebagaimana pasal 378 atau 372 KUHP. Adapun ancaman hukumannya yakni maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.