Jalan Politik Amir Aslichin, “Bukan Kader Karbitan”

Achmad Amir Aslichin, salah satu tokoh figur pemuda Sidoarjo ini banyak yang tidak menyangka ia adalah seorang politisi ulung. Perawakannya yang kalem dan visioner itu lebih dikenal masyarakat sebagai seorang pengusaha yang memiliki banyak perusahaan di Sidoarjo. Kegiatannya memang lebih banyak berkecipung pemberdayaan masyarakat dan membangun usaha skala kecil menengah dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga ia jarang sekeli tampil di media sebagai politisi dan lebih dikenal sebagai pengusaha yang merakyat. Sebab ia yakini, menjadi politisi tak harus banyak bicara di media untuk dikenal masyarakat, namun juga bisa dengan action, kerja-kerja nyata yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat.

Amir Aslichin atau yang akrab disapa Mas Iin itu terjun di dunia politik pada usia yang sangat muda, 22 tahun, tepatnya di tahun 1999. Perjalanan karir pria kelahiran 5 Juni 1977 ini bermula saat menjadi simpatisan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Melbourne Australia pada Pemilu 1999. Setelah pulang ke kampung halamannya Sidoarjo, ia turut serta dalam pembangunan Kantor DPC PKB Sidoarjo dengan menjadi Project Manager (Pimpro) tahun 2003-2004.

Tak butuh lama bagi Mas Iin untuk memantapkan niat mengabdikan diri di PKB, di tahun yang sama 2004, ia menjadi pengurus di salah satu divisi kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Sidoarjo. Tiga tahun berproses, ditunjuk sebagai Bendahara Panitia Musyawarah Cabang (Muscab) II DPC Sidoarjo pada tahun 2007.

Hasil memang tidak pernah mengkhiati sebuah proses, tahun 2007 Mas Iin pun terpilih untuk mengemban amanah sebagai ketua DKC Garda Bangsa Sidoarjo, salah satu organisasi sayap PKB. Setahun kemudian, dia dipercayai menjadi pengurus harian sebagai wakil Bendahara DPC PKB Sidoarjo.

Matang ditempa sebagai kader PKB, ia pun mencoba ikut dalam kontestasi politik di pemilu 2009. Ikhtiar, doa dan strategi pemenangan dalam pileg yang selama ini ia pelajari diimplementasikan langsung. Usaha dan takdir pun ikut bersambut, di usianya yang muda 32 tahun, Mas Iin terpilih dan dilantik sebagai Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo. Ia pun dipercaya sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo untuk periode 2009-2014.

Teori politik yang ia pelajari tidak hanya diimplementasikan dalam pileg saja, namun juga pemenangan pilihan presiden. Ketika ditunjuk sebagai Sekretaris Timses Capres Sosilo Bambang Yudhoyono-Boediono 2009 wilayah Sidoarjo, Mas Iin berhasil membawa kemenangan untuk Capres yang ia dukung tersebut. Begitu juga di tahun 2014, Mas Iin kembali ditunjuk sebagai Sekretaris Timses Capres Jokowi –JK di wilayah Sidoarjo. Kerja kerasnya tak membuat orang yang ia dukung kecewa, kemenangan kembali bersambut untuk dirinya.

Apa yang ia pelajari dan ia capai selama ini tidak ingin hilang bergitu saja. Meski sudah menjadi legislator, Mas Iin terus aktif di organisasi sayap partai. “Setahun menjadi anggota DPRD Sidoarjo, pada tahun 2010 saya mulai aktif di organisasi banom kepartaian tingkat Provinsi. Saya ditunjuk untuk menjadi wakil Bendahara DKW Garda Bangsa Jawa Timur. Sekaligus kembali mengemban amanah menjadi pengurus harian sebagai wakil Bendahara DPC PKB Kabupaten Sidoarjo”, kenang Mas Iin.

Kerja nyata sebagai wakil rakyat tampaknya dirasakan oleh masyarakat Sidoarjo, khususnya kecamatan yang menjadi dapilnya. Mas Iin kembali terpilih sebagai anggota parlemen Sidoarjo untuk periode keduanya, 2014-2019. Berkat loyalitasnya kepada partai, ia pun kembali mengemban amanah sebagai ketua Fraksi PKB.

Sedangkan karir keorganisasian di partainya terbilang cemerlang. Mas Iin di tahun 2016 ditunjuk sebagai Wakil Ketua DPC PKB Kaupaten Sidoarjo. Jejak keorganisasian seperti loyalitas dan integritasnya kepada partai yang baik mulai diperhitungkan oleh pengurus DPW PKB Jawa Timur.Hal itu membuatnya dipercaya dan dipromosikan sebagai Ketua DKW Garda Bangsa Jawa Timur di tahun 2018.

Mengabdi kepada partai dan bekerja sebagai pelayan rakyat selama 10 tahun di DPRD Sidoarjo tak lantas membuatnya berpuas diri. Di usia yang muda itu, Ia ingin berbuat lebih banyak lagi untuk masyarakat melalui jalur politik. Maju di Pileg 2019 sebagai caleg DPRD Jawa Timur rupanya menjadi jalan terbaiknya. Seperti gayung bersambut, niat baik yang selalui direstui oleh Tuhan. Mas Iin terpilih sebagai anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur dari dapil Jatim II Sidoajo untuk periode 2019-2024.

Kini setelah resmi menjadi anggota DPRD Provinsi Jatim keinginannya untuk memberikan manfaat kepada seluruh masyarakat Sidoarjo dapat ia realisasikan. Mas Iin berkomitmen untuk memaksimalkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan pemerintahan provinsi yang ditempatkan di Kabupaten Sidoarjo. Hal tersebut dilakukan supaya progam yang direncanakan benar-benar menjadi solusi terbaik untuk permasalahan yang ada.

“Sebagai warga nahdliyin, saya ingin memberikan manfaat dan bisa membanggakan masyarakat Sidoarjo melalui peran tugas dan fungsi saya sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Sehingga apa yang menjadi kebijakan dan pelaksanaan program Pemerintahan Provinsi Jawa Timur yang ditempatkan di Sidoarjo dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Sidoarjo”, ungkapnya.

Mas Iin sudah melalui perjalanan panjang dalam dunia politik, mulai dari bangku kuliah, menjadi simpatisan partai di usia yang sangat muda, berkarya bersama PKB Sidoarjo diawal pendiriannya dan kini mengabdi sebagai anggota Fraksi PKB DPRD Jawa Timur. Jalan politiknya bukan jalan kebetulan, namun yang ia pelajari dan ia abdikan langsung sebagai politisi PKB sejati, bukan bukan kader karbitan yang hadir saat momen pemilu saja.