Iuran BPJS Tahun Depan Naik, 250 Ribu Warga Surabaya Ajukan PBI

Surabaya – Kenaikan premi BPJS tahun depan membuat 250 ribu warga Surabaya meminta turun kelas dan agar didaftarkan pada PBI (Penerima Bantuan Iuran).

“Banyak peserta BPJS mandiri dan kelas III minta menjadi peserta PBI karena tidak mampu membayar iuran,” terang Kepala Dinas Kesehatan Surabaya Febria Rachmanita usai hearing di Komisi D DPRD Kota Surabaya, Jumat (22/11/2019).

Para peserta BPJS yang mengajukan turun kelas dan terdaftar di PBI itu nantinya akan dibiayai oleh Pemkot Surabaya dengan menggunakan dana APBD.

“Yang kita daftarkan ada sekitar 250 ribu untuk didaftarkan sebagai peserta PBI. Baru aktif nanti pada bulan Desember nanti,” jelasnya.

Dari data bulan sebelumnya, lanjut Febria, tercatat ada 430 ribu peserta yang terdaftar di PBI. Para peserta tersebut berdasarkan data dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sudah melalui proses verifikasi dari Kelurahan dan Dinas Sosial Pemkot Surabaya.

“Bulan November ini kita daftarkan 430 ribu ditambah 250 ribu yang aktif di bulan Desember nanti sekitar 680 ribu,” ungkapnya.

Sementara itu, mengomentari banyaknya warga Surabaya yang mengajukan turun kelas dan dialihkan pada PBI, Kepala Cabang BPJS Surabaya Herman Dinata mewanti-wanti.

Menurutnya, pengajuan penurunan kelas di BPJS tidak harus langsung turun begitu saja. Sebab, ada mekanisme yang berlaku di dalam aturan BPJS.

“Untuk penurunan kelas harus satu tahun terdaftar di BPJS. Tidak bisa 7 bulan langsung pindah kelas,” pungkasnya.