Ironis, Di Tengah Pandemi Covid-19 Gaji Perawat Ponkesdes Belum Cair

Foto Istimewa

Sungguh ironis nasib para perawat pejuang di garis terdepan dalam penanganan pandemi Covid-19. Pasalnya, di tengah pandemi Covid-19 di Jatim, para perawat Ponkesdes di beberapa kabupaten/kota mengeluhkan pembayaran honorarium yang belum cair sejak Januari 2020.

Perlu diketahui, perawat Ponkesdes dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Jatim No. 4/2010. Yang mempunyai tujuan untuk mendekatkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan khususnya di tingkat desa.

“Di tengah pandemi covid-19 yang seperti ini, dimana mereka berada di garis terdepan dalam upaya penanganan wabah, justru mereka harus menghadapi kenyataan dapur tidak nggebul lantaran gaji terlambat dibayarkan,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Fauzan Fuadi, Kamis (23/4/2020).

Kondisi itu lanjut fauzan, semakin parah karena saat ini semua umat muslim memasuki Bulan Suci Ramadan. Kebutuhan mereka di tiap rumah sudah dipastikan meningkat. Padahal sangat mungkin para perawat ponkesdes ini tidak mempunyai sumber pendapatan lain di luar gaji sebagai tenaga medis di Ponkesdes.

Selain itu, Fraksi PKB DPRD Jatim sendiri terus mendesak agar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mengingatkan aparatur di bawahnya supaya bekerja lebih efektif dan efisien. “Dari waktu ke waktu keterlambatan selalu saja terjadi. Meskipun bukan ASN, bagaimanapun mereka adalah pamong rakyat yang mempunyai hak untuk diperhatikan kesejahteraannya,” ucapnya.