Inovasi dan Kolaborasi Ala Pemkab Banyuwangi Yang Patut Dicontoh Daerah Lain

Banyuwangi, Jatimpost.com – Inovasi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi dengan perusahaan swasta mendapatkan banyak apresiasi, khususnya dari pendiri dan CEO perusahaan platform digital Go-Jek Nadiem Makariem. Dia secara khsusus mengungkapkan syalut kepada keterbukaan pemkab Banyuwangi yang telah melakukan pendekatan teknologi dan kolaborasi.

“Banyuwangi menjadi inkubasi inovasi untuk menunjukkan bahwa kolaborasi pemda dan perusahaan teknologi swasta akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak pihak. Teknologi akan membantu masyarakat mendapatkan pelayanan dengan efisien. selain itu, teknologi bisa memperbesar skala pelayanan,” terang Nadiem, Sabtu (16/12/2017).

Dengan adanya kolaborasi antar pemda dan perusahaan teknologi, niscaya permasalahan di masyarakat akan lebih cepat teratasi. Inovasi tersebut dapat menjadi contoh kepada daerah lain, bahwa keterbukaan akan pendekatan teknologi menjadi opsi yang lebih cepat untuk menghadirkan sebuah solusi.

“Banyuwangi menjadi inspirasi bagi pihak lain, bahwa sebenarnya jika ada kolaborasi, solusi bisa lebih cepat dihadirkan,” kata alumnus Harvard Business School tersebut.

Seperti yang diketahui, pemkab Banyuwangi dan Go-Jek telah melakukan kolaborasi menjalankan pelayanan berbasis digital, diantaranya layanan antar obat secara gratis bagi warga miskin di RSUD Blambangan. Go-Jek juga mendukung pengembangan UMKM kuliner lokal dan turut merangkul perusahaan taksi lokal.

Pengakuan juga dilontarkan oleh Nadiem, bahwa Banyuwangi adalah pemerintah daerah pertama di Indonesia yang bekerja sama secara resmi dengan Go-Jek. Dia juga mengapresiasi berbagai program yang digagas oleh pemkab Banyuwangi dengan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan masyarakat.

Menurutnya ada tiga hal yang mendukukung berjalannya inovasi di Banyuwangi dengan baik. Pertama, Pertama, asimilasi teknologi dari offline ke online di Banyuwangi berjalan cepat alias Banyuwangi terbuka pada inovasi dan hal baru. Kedua, Banyuwangi terbuka pada kolaborasi. Ketiga, dukungan pemerintah daerah mampu menciptakan iklim inovasi di jajaran birokrasinya sehingga muncul banyak program kreatif untuk melayani warga.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, daerah yang bisa berkembang adalah yang mau dan bisa berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mempermudah warganya.

“Banyuwangi sudah tidak bicara kompetisi, ini eranya kolaborasi. Kolaborasi akan membangun ekosistem. Namanya ekosistem itu tidak bisa hidup sendiri, mereka harus saling terkait untuk bisa saling menghidupkan. Kalau sudah sama-sama, apa-apa bisa lebih mudah digapai,” tutur Anas. [aw]