Ini yang Akan Dilakukan Machfud Arifin Jika Terpilih Menjadi Walkot Surabaya

Bakal Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin

Surabaya, Jatimpost.com – Bakal calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin menyampaikan beberapa planning unggulan jika terpilih menjadi wali Kota Surabaya pada Pilwali Kota Surabaya 2020 Desember mendatang.

Diantarnya adalah memanfaatkan lahan mangkrak di tengah kota untuk dijadikan sentral bisnis. “Sekarang kita lihat, ada Pasar Tunjungan. Di situ harga tanah paling mahal, sayang jika mangkrak. Kalau saya terpilih, akan saya tata ulang dan dijadikan sentral bisnis untuk menambah PAD Kota Surabaya,” kata Machfud dalam paparannya di Hotel Mercure, Surabaya, Kamis (16/7/20).

Lebih jauh Machfud Arifin menjelaskan, kehadiran pasar tersebut bukan berarti untuk menyaingi mall yang ada disekitarnya. Melainkan untuk memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung untuk merasakan berbelanja di pasar yang lebih bersih dan tertata.

“Bukan pasar itu nanti saingan sama mall, tidak. Tapi bagaimana pasar tradisional dengan konsep tematik bisa menarik pengunjung datang. Membeli oleh-oleh, mereka bisa nyaman karena pasar tidak kumuh lagi, nyaman, tertata dan memiliki ventilasi yang baik,” jelasnya.

Kemudian di bidang tranportasi. Mantan Kapolda Jatim itu memaparkan dirinya akan memaksimalkan mode transpotasi masal untuk lebih dimanfaatkan lagi oleh masyarakat sebagai transpotasi utama dari pada menggunakan kendaraan pribadi. Hal itu bertujuan untuk mengurangi kemacetan yang terjadi di beberapa titik di Surabaya.

“Bagaimana nanti Surabaya memiliki bus dalam kota yang bagus. Juga nanti ada Perpres 80 Tahun 2019, yang rencananya akan ada MRT dan LRT di GerbangKertasusila,” jelasnya.

Yang ketiga adalah pemukiman yang masih kumuh dan tidak tertata di beberapa titi wilayah Surabaya. Ia sudah merencanakan bagaimana penataan pemukiman yang nantinya bisa menjadi pemukiman yang tertata, bersih dan nyaman.

“Seperti rumah susun juga. Bagaimana nanti konsep rumah susun yang modern, bersih, rapi, dan nyaman. Tidak dusel-duselan,” terangnya.

Machfud juga tengah merancang bagaimana memanfaatkan lahan kosong di pinggiran sungai untuk dijadikan sektor bisnis. Seperti halnya di Malaysia, pinggiran sungai dimanfaatkan sebagai cafe dan rumah makan.

“Pembersihan sungai-sungai. Sekitar sungai bisa dioptimalkan, dipelihara. Bisa dioptimalkan untuk tempat-tempat yang menghasilkan pemasukan,” ujarnya.

Kemudian di wilayah pesisir, seperti Kenjeran, Machfud akan mengoptimalkan pantai tersebut agar diminati wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

“Di pesisir bisa dinaikkan nilai bisnisnya agar memberi pemasukan PAD. Pantai dijadikan tempat yang menarik minat wisata. Kawasan-kawasan pantai dioptimalkan sebagai tempat wisata. Lokasi-lokasi di sekitar pantai bisa dijadikan wisata unggulan di Surabaya. Kawasannya diolah jadi kawasan Marina di pinggir laut. Sekarang banyak orang refreshing itu pingin ke pantai. Bisa juga ada wisata religi, contoh di Kendari, ada masjid yang bisa berdiri terapung,” terang Machfud.

Terakhir, Machfud menjabarkan bagaimana pemanfaatan teknologi untuk penyerapan di Surabaya agar pembuangan air baik itu air hujan bisa cepat mengalir ke laut.

“Membuat bak kontrol dengan teknologi yang bagus, agar tidak menimbulkan genangan-genangan air di Surabaya. Secara umum, Surabaya sudah banyak yang bagus dan maju. Kalau saya jadi wali kota, itu master plan yang akan saya siapkan untuk memimpin Surabaya 5 tahun ke depan,” pungkasnya. [hy]