Hari Santri dan Kewajiban Pemerintah Memperhatikan Pesantren

Jatimpost.com – Peringatan Hari Santri Nasional 22 Oktober mengingatkan kembali kontribusi santri dan pesantren dalam proses perjuangan kemerdekaan dan perjuangan mempertahankan kemerdekaan yang dikenal dengam resolusi jihat. Peran dan kiprah para santri 75 tahun lalu tersebut telah disadari oleh negara dan pemerintahpun memberikan penghargaan dengan menetapkan 22 Oktober sebagai hari santri.

Penghargaan tersebut kata anggota Fraksi PKB DPRD Jatim Masduki sebenarnya tidaklah cukup untuk santri dan pesantren. Sebab hingga hari ini, pesantren yang melahirkan santri -santri yang berkontribusi besar terhadap negara belum mendapatkan perhatian lebih, utamanya terkait sarana dan prasarana pendidikan di pesantren. Jawa Timur khususnya, memiliki sekitar 4.700 lembaga pondok pesantren yang menjalankan pendidikan agama, pendidikan umum dan pendidikan karakter jauh dari sentuhan anggaran dari pemerintah.

“Kita sangat menuntut pemerintah untuk memperhatikan jalannya pendidikan di pesantren dengan dukungan pemenuhan saran dan prasarana pesantren, pesantren juga lembaga pendidikan jangan dianaktirikan,” ungkap Alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu.

Lebih lanjut, Masduki menyinggung soal bantuan sarana dan prasarana pemenuhan protokol kesehatan di pesantren di tengah pandemi covid -19. Pemerintah wajib untuk menyediakan segala keperluan alat-alat pencegahan penyebaran covid-19 di pesantren.

“Pemerintah sebaiknya segera memaksimalkan pendistribusian bantuan untuk mencegah cluster baru di pesantren, tak semua pesantren kita mendapatkan bantuan,” katanya.