Gubernur Jatim Keluarkan Kebijakan Wajib Tunjukkan Rapid Test di Kawasan Wisata

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Surabaya, Jatimpost.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeluarkan kebijakan wajib menunjukkan rapid test atau rapid antigen di setiap kawasan wisata. Hal ini bertujuan untuk memastikan momen perayaan Nataru tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Jadi mereka yang mau masuk wisata, wajib menunjukkan surat rapid test bebas COVID-19. Termasuk ke akomodasi atau hotel,” ujar Khofifah, Rabu (23/12/20).

Khofifah mengatakan, untuk kapasitas hotel yang berada di daerah yang berstatus zona merah maksimal sebanyak 25 persen. Sedangkan daerah dengan status zona oranye, maksimal sebanyak 50 persen.

Ketua PP Muslimat NU ini menegaskan, semua kegiatan perayaan tahun baru yang menimbulkan kerumunan dilarang. Tidak hanya itu, pihaknya melarang bioskop buka.

“Perayaan Nataru dilarang. Kegiatan-kegiatan yang berpotensi adanya kerumunan tidak diperbolehkan. Termasuk bioskop,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Satgas Kuratif COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi juga menegaskan, apa pun bentuk kegiatan yang menyebabkan kerumunan, maka tidak diperkenankan.

“Event-event tidak boleh diselenggarakan. Baik itu di tempat wisata, mal atau pun lainnya. Bukan berarti tidak boleh buka, tidak. Boleh buka asal tidak ada event yang bisa menyebabkan kerumunan,” jelasnya.

Beberapa hari terakhir, kasus Covid-19 di Jawa Timur mengalami peningkatan yang begitu signifikan. Tercatat, dalam sepulum hari terakhir, jumlah kasus per-harinya mencapai 700-800 kasus baru. Berdasarkan data Satgas COVID-19 Jatim hingga Selasa (22/12/20), kasus aktif COVID-19 saat ini berada di angka 5.538 kasus. [*]