Gedung Produksi Miras Digerebek, Polres Bojonegoro Sita 12 Ribu Liter Arak

Foto Istimewa

Bojonegoro, Jatimpost Reskrim Polres Bojonegoro kembali berhasil gerebek gedung produksi miras (jenis arak), yang keberadaanya di Desa Sratu Rejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, barang bukti Arak yang diamankan Sat Reskrim Polres Bojonegoro kurang lebih 12 ribu liter.

Penggerebekan dipimpin langsung oleh Kapolres Bojonegoro, AKBP Muchamad Budi Hendrawan. Menurutnya, penggerebekan gudang tempat produksi minuman haram tersebut bermula saat penyelidikan adanya pembelian arak dengan cara COD.

Kemudian dengan cekatan petugas Sat Reskrim memancing penjual dengan cara membeli online, akhirnya petugas menemukan lokasi pabrik yang memproduksi miras jenis arak.

Tiga orang yang diduga pemilik pabrik arak telah diamankan oleh Satuan Reskrim ,Suharjo selaku pemilik usaha produksi arak, Kustini sebagai penjual arak, dan Ricky selaku pengelola pabrik arak diketahui semuanya adalah warga Sraturejo, kecamatan Baureno.

“Produksi Arak ini berada di Rumah Suharjo, tempatnya sengaja disamarkan dan sulit ditembus oleh petugas, namun dengan kepiawean dan ketangkasan petugas akhirnya pabrik arak ini berhasil digerebek oleh Satuan Kami,” kata Budi, kamis (10/9/2020).

Salah satu pelaku pemilik rumah dan pabrik barang haram ini , sudah pernah masuk penjara dengan perbuatan yang sama  6 bulan masuk bui pada tahun 2017.

Barang bukti yang telah diamankan petugas  adalah 1 set tungku pemanas penyulingan, 2 buah selang spiral, 33 drum masing-masing berisi 200 liter baceman arak , 12 drum kosong, 6 buah tabung LPG, 2 boks botol ukuran 1,5 liter, 4 buah plasti berisi tutup botol.

Kemudian 3 boks fermipan, 12 bungkus plastik berisi ragi tape, 1 ikat kardus untuk pengemasan, 50 dus yang masing masing berisi 12 botol arak kemasan 1,5 liter dengan jumlah 600 botol sehingga total arak yang siap edar adalah 9.000 liter.

“Sebelumnya petugas berhasil mengamankan pemilik warung Kustini juga sebagai penjual miras jenis arak,dari sinilah kemudian petugas mengembangkan hingga dilakukan pengerebekan pabrik arak,” tandasnya.

Dalam pengungkapan diperkirakan  satu hari pabrik arak ini mampu memproduksi hingga mencapai 1000 liter siap edar. sasaran edarnya wilayah Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.

Tiga tersangka ini dijerat pasal 204 KUHP dan Pasal 140 KUHP UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan Jo. Pasal 55 KUHP. Ancaman hukunan pasal 204 KUHP penjara seumur hidup atau pidana penjara selama waktu tertentu paling lama 16 tahun, sedangkan pasaal 140 KUHP UU No. 18 Tahun 2012 tentanga pangan, ancaman hukumannya penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp. 4 milyar rupiah.