Dua Paslon Cabup-Cawabup Pilkada Kabupaten Blitar Dinyatakan Losos Administrasi, Namun dengan Catatan

Blitar, Jatimpost.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Blitar mengumumkan hasil verifikasi administrasi persyaratan calon Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Blitar Pilkada 2020 diumumkan pada hari senin (14/9/20). KPU menyatakan kedua paslon yang sudah mendaftar telah lolos secara administrasi, namun dengan catatan.

Kendati keduanya dinyatakan lolos, KPU memberikan catatan bahwa nama salah satu Paslon berbeda di Ijazah dan KTP. Untuk memperbaiki dan melengkapi keabsahan dokumen tersebut, KPU Blitar memberikan tenggat waktu selama dua hari, dan harus diserahkan pada tanggal 16 September.

“Dua-duanya lolos. Namun ada yang perlu diperbaiki terkait keabsahan dokumen,” jawab Ketua KPU Kabupaten Blitar Hadi Santoso, dilansir detik.com Selasa (14/9/20).

Salah satunya, catatan tersebut diberikan kepada paslon bernama Marhaneis Urip Widodo yang mendaftar sebagai calon wakil Bupati bersama Rijanto sebagai calon Bupati yang diusung oleh PDIP, Gerindra, Demokrat, Nasdem dan Golkar.

Melihat dokumen persyaratan bapaslon yang tertera di situr resmi KPU Kabupaten Blitar, ada perbedaan nama Ijazah SMA Paslon Marhaneis Urip Widodo. Pada ijazah SMA swasta 17 Kodya Blitar, tertulis nama Henis Urip Widodo.

Sementara di KTP, nama yang bersangkutan tertulis Marhaenis Urip Widodo. Terkait perbedaan itu, Hadi menyatakan telah ada dokumen penetapan dari Pengadilan Negeri Blitar, jika memang ada perubahan nama.

“Sejak Pak Henis maju di Pilbup 2015 dokumen itu sudah disertakan. Jadi memang ada penetapan dari pengadilan jika namanya berubah. Semula Henis Urip Widodo menjadi Marhaenis Urip Widodo,” jelasnya.

Untuk keabsahan dokumen lainnya, Hadi tidak bisa menjelaskan lebih lanjut. Sebab, dikhawatirkan dipergunakan pihak lawan untuk melakukan black campaign.

“Yang jelas, kekurangan ini harus diserahkan pada tanggal 16 September pukul 16.00 WIB. Jika tidak terpenuhi, maka tanggal 23 tidak bisa ditetapkan sebagai paslon,” tegasnya.

Sementara itu, Bawaslu juga menemukan nama di ijazah HR Santoso yang tertulis tidak sama dengan yang di KTP. Bersama KPU, Bawaslu kemudian mendatangi sekolah yang menerbitkan ijazah SMA itu, yakni SMA swasta Kertanegara Lowokwaru, Kota Malang.

“Pihak sekolah sudah memberikan keterangan, jika HR Santoso dan Rakhmat Santoso ini orangnya sama. Hanya di KTP ditambahi H itu singkatan dari Haji,” jelas Ketua Bawaslu Kabupaten Blitar, Hakam Sholahuddin.

Soal ijazah sudah clear, Hakam menambahkan terkait LHKPN HR Santoso yang belum disertakan dalam dokumen pendaftaran. Hari ini, Liaison Officer (LO) bapaslon Rini-Santoso menyatakan laporan hasil kekayaan calon wakil bupati ini masih dalam proses pengurusan. HR Santoso sendiri merupakan pasangan calon bupati Rini Syarifah. Bapaslon ini diusung koalisi partai PKB, PAN, PKS.

“Dokumen HR Santoso yang kurang itu LHKPN dan harus diserahkan tanggal 16. Tadi LO-nya menyanggupi akan menyerahkan karena informasinya masih proses,” pungkasnya.