Dana Bos Bisa Digunakan untuk Kuota Internet Siswa di Pasuruan Saat Belajar Online

Foto Istimewa

Pasuruan, JatimpostDana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat dibelanjakan oleh pihak sekolah untuk belanja paket data internet bagi para siswa. Bantuan sebagai solusi pemakaian kuota internet yang dipakai siswa selama proses pembelajaran dari rumah (learning from home) secara daring (online).

“Petunjuk penggunaan dana BOS untuk membeli paket data internet diatur di Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020. Kita sudah sampaikan juknisnya ke sekolah-sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mualif Arief, Kamis (30/7/2020).

Mualif menjelaskan, kepala sekolah diberikan wewenang membelanjakan dana BOS reguler. Untuk pembelian pulsa, paket data, dan layanan platform online untuk guru maupun siswa.

“Dinas persilakan sekolah yang atur. Mereka yang lebih tahu mana yang prioritas,” terangnya.

Selain untuk belanja paket data, juga dapat dipakai untuk membeli alat pelindung diri (APD). Baik berupa cairan desinfektan, masker, dan sarana penunjang kebersihan lainnya.

“Tapi tidak semua sekolah bisa menyediakan paket data tersebut. Semua bergantung kemampuan dana BOS masing-masing sekolah. Tidak hanya berlaku pada jenjang SMP, tapi juga pada jenjang SD, TK, dan PAUD,” ujarnya.

Di Kota Pasuruan dana BOS untuk SD Rp 900 ribu per murid selama 1 tahun, sedangkan untuk SMP Rp 1,1 juta per murid selama 1 tahun. Dana itu untuk berbagai kebutuhan seperti gaji GTT dan PTT hingga melengkapi sarana dan prasarana belajar seperti ATK.

“Dari pusat tidak ada tambahan untuk dana BOS di masa pandemi. Jadi sulit kalau misalnya untuk semua siswa dapat bantuan paket data. Bisa saja hanya siswa yang benar-benar tidak mampu diberikan,” tandasnya.