Dalih Pemkot Surabaya Menanggapi Amblesnya Jembatan Jalan Kartini

SURABAYA – Amblesnya Jembatan Kartini bukan disebabkan tergerus air, namun karena faktor usia. Hal itu disampaikan Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya Erna Purnawati.

“Bukan karena penahan tergerus air tetapi karena usia jembatan yang dibangun sejak 1970 an,” katanya, dilansir detikcom, Senin (12/3/2018).

Erna menegaskan amblesnya Jembatan Kartini bukan tidak diketahui pihaknya. Namun, sudah masuk dalam rencana revitalisasi.

“Jembatan itu sudah masuk perencanaan perbaikan peremajaan sejak 2017 dan sudah kami lelang serta sudah ada pemenang lelang. April 2018 tinggal pelaksanaan,” ungkap Erna.

Ia mengungkapkan, jembatan yang memiliki lebar 8 meter dengan panjang 10 meter dibangun sekitar 1970an. “Dulu kan bangun jembatan tidak dihitung ketinggian air, hanya dibangun. Jadi di bawah jembatan itu terlalu tinggi, sehingga air tidak bisa lewat. Harus dikeruk saat perbaikan jembatan nanti,” tambah dia.

Jembatan Kartini ditutup karena ambles sekitar 10 cm. Amblesnya jembatan itu menyebabkan retakan di jalan aspal hampir separuh badan jalan. Polisi dan dishub akhirnya menutup Jembatan Kartini selama dilakukan perbaikan.