Charta Politika: Kasus Romy OTT KPK Menjadi Penyebab Tergerusnya Suara PPP

25

Liputanjatim.com – Direktur Riset Charta Politika Muslimin menyebut jika tergerusnya suara PPP dikarenakan efek dari operasi tangkap tangan (OTT) eks Ketum PPP Romahurmuzy soal jual beli jabatan di Kemenag.

Romahurmuzy atau Romi ditangkap KPK saat bersama Kakanwil Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kemenag Kabupaten Gresik Muh. Muafaq Wirahadi, Jumat (15/3). Sedangkan survei Charta Politika digelar pada 19-25 Maret 2019. Elektabilitas PPP yang pada survei sebelumnya sebesar 3,6 persen kemudian turun menjadi 2,4 persen.

“Tidak direkam, tapi asumsikan, karena survei saat hangat-hangatnya, 19 sampai 25 (Maret) itu, masa-masa ketum PPP kena OTT. Berita satu minggu itu sangat didominasi oleh berita OTT,” ungkap Muslimin kepada wartawan di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Dengan elektabilitas 2,4 persen, PPP diprediksi tidak lolos ke DPR yang mensyaratkan perolehan suara 4 persen suara nasional.

“Sehingga, kita lihat meski tidak tanya lansung, bagaimanapun lihat survei, pengaruh OTT Romi membuat penurunan di angka elektabilitas PPP,” sambung Muslimin.

Survei Charta Politika menunjukkan 7 partai politik yang bisa lolos ambang batas parlemen atau parliementary threshold berdasarkan hasil survei.

Survei ini digelar pada 19 Maret sampai 25 Maret 2019 dengan metode multistage random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 2.000 responden yang tersebar di 34 provinsi. Sedangkan, margin of error survei sebesar +/- 2,19% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berikut elektabilitas parpol berdasarkan survei Charta Politika:

PDIP: 26,3%

Gerindra: 16,2%

Golkar : 11,3%

PKB : 8,5%

Demokrat : 5,2%

NasDem : 5,2%

PKS : 5,0%

PAN : 3,3%

PPP : 2,4%

PSI : 2,2%

Perindo : 2,0%

Hanura : 1,0%

PBB : 0,5%

PKPI : 0,2%

Garuda : 0,2%

Berkarya : 0,1%

Belum menentukan pilihan 11,7%