Cegah Peningkatan Dari Klaster Keluarga, Pemkot Malang Kumpulkan Satgas Covid-19 Dari Universitas

Foto Istimewa

Kasus positif Covid-19 di kota Malang kembali meningkat drastis. Dalam sehari kemarin (Selasa, 16/6/2020) ada temuan sebanyak 14 kasus positif Covid-19. Hal ini termasuk angka rekor tertinggi, sejak Kota Malang ditetapkan zona merah pada Maret 2020 lalu.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, kenaikan kasus terbanyak ini ternyata didominasi dari klaster keluarga. Yang mana dalam satu RW di wilayah Kelurahan Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, terdapat beberapa keluarga yang dinyatakan positif Covid-19.

“Kemarin, masih kecolongan yang di Mergosono. Satu rumah di huni oleh 10 orang. Makannya ini perlu dicermati klaster keluarga,” ujarnya, Rabu (17/6/2020).

Berkaitan dengan hal ini upaya mencegah penyebaran yang berada di tiap wilayah tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini melakukan rapat koordinasi gabungan bersama tim satgas dari beberapa perguruan tinggi di Kota Malang.

“Kita kumpulkan satgas dari dekan-dekan Fakultas Kedokteran universitas yang ada di Kota Malang. Dari UB (Universitas Brawijaya), UIN (Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim), UMM (Universitas Muhammadiyah Malang), dan Unisma (Universitas Islam Malang) dan satgas dari NU (Nahdlatul Ulama),” jelasnya.

Mereka inilah yang nantinya diharapkan mampu menekan angka kenaikan kasus positif Covid-19 bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang. Karena, tim satgas ini nantinya akan lebih perketat proses pengecekan di tingkat kecamatan di Kota Malang sebagai tindakan untuk menangani kasus Covid-19.