Beri Makan Ribuan Dhuafa Lewat Program Rantang Kasih, Banyuwangi Raih Rekor MURI

Foto Istimewa

Banyuwangi, Jatimpost – Kabupaten Banyuwangi menerima penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) Bidang Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup sebagai daerah pertama di dunia yang menyantuni ribuan dhuafa dengan makanan siap saji bergizi setiap hari.

Menurut Ketua MURI Jaya Suprana, Banyuwangi dinilai sebagai daerah pertama yang memberikan makanan secara langsung kepada ribuan orang lanjut usia (Lansia) dhuafa melalui program Rantang Kasih.

“Program Rantang Kasih yang diluncurkan oleh Banyuwangi ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam UUD 45 dan Pancasila. Kami bahagia dan berterima kasih karena Banyuwangi menjadi contoh nyata penerapan nilai-nilai baik tentang kemanusiaan tersebut. Karena itulah rekor MURI ini kami berikan,” ujar Jaya Suprana, sabtu (15/8/2020).

Program Rantang Kasih diluncurkan oleh Banyuwangi sejak tahun 2017. Dalam program ini ada 3.071 penerima program Rantang Kasih yang dananya berasal dari kolaborasi APBD Banyuwangi, Badan Amil Zakat, dan alokasi dana desa (ADD).

Program ini dilaksanakan oleh lintas sektor, seperti kecamatan dan desa sebagai koordinator penyalur makanan, Dinas Kesehatan terlibat menyupervisi gizi dan higienitas makanan yang disediakan oleh warung-warung rakyat. Hingga Dinas Pendidikan juga dilibatkan untuk mengajak para pelajar secara berkala mengunjungi warga lansia guna memupuk rasa kepekaan sosial sejak dini.

Sementara itu Bupati Abdullah Azwar Anas menyampaikan terima kasih kepada pihak MURI yang telah memberikan penghargaan kepada Banyuwangi. Menurut Anas program yang dijalankan daerah tersebut merupakan bagian dari upaya daerah memberikan kesejahteraan pada warga dan mengentaskan kemiskinan.

“Lansia dhuafa ini adalah kelompok miskin yang sudah tidak produktif lagi dan sebagian besar juga tidak ada keluarga yang mengurus. Maka pemerintah daerah berupaya untuk hadir memberikan perhatian dengan menjamin kebutuhan pokoknya yaitu makanan bergizi,” kata Anas.

Program ini, kata Anas, sebagai upaya meningkatkan cinta kepada orang tua. Karena masih banyak ditemukan fakta menyedihkan tentang orang tua yang hidup kekurangan dan sebatang kara.

”Kami mendapat laporan dari media sosial jika ada orang tua yang hidup sendiri bahkan sakit. Sebenarnya ada yang masih memiliki keluarga tapi di luar kota dan jarang berkabar. Lihat fakta itu, antara ingin marah dan ingin nangis jadi satu,” pungkasnya.

Anas menambahkan, masyarakat bisa berpartisipasi dalam program rantang kasih ini. Caranya lewat aplikasi Jalin Kasih. Aplikasi ini berisi data digital semua masalah kemiskinan yang berbasis geospasial, yang berisi data penduduk miskin dikelompokkan berdasarkan program pengentasan kemiskinan yang sesuai untuk masing-masing individu, termasuk para penerima Rantang Kasih.

“Nah lewat aplikasi itu, siapapun bisa membantu ikut memberikan rantang kasih. Semua data penduduk yang layak menerima bantuan ada di sana, tinggal klik pilih nama, maka dermawan bisa mengantarkan makanan ke rumah sasaran,” tandasnya.