Bawaslu Jatim Panggil La Nyalla Untuk Klarifikasi Mahar Politik

Surabaya, Jatimpost.com – Isu mahar politik yang berkembang akhir-akhir ini menjadi perhatian khusus dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur. Bawaslu Jatim, Senin (15/1/18) siang menjadwalkan pemanggilan La Nyalla Matalitti terkait kabar mahar politik. Klarifikasi kepada mantan Ketua Umum PSSI tersebut akan dilakukan di kantor Bawaslu Jawa Timur, Jalan Tanggulangin, Surabaya.

Ketua Bawaslu Jawa Timur Muhammad Amin menjelaskan, Klarifikasi tersebut dilakukan bertujuan untuk mencegah agar isu mahar pollitik itu tidak berkembang liar tanpa arah. “Jika isu mahar politik itu terus berkembang, berpotensi mengancam kredibilitas Pilkada 2018,” tuturnya.

Bawaslu juga mengaku akan mendukung upaya membongkar praktik mahar politik jika itu terbukti. “Jika ada bukti kami pasti menindaklanjuti, dan kami juga meminta Pak Nyalla melaporkan kepada penegak hukum,” ucapnya.

Amin mengungkapkan, pihaknya juga berharap La Nyalla membawa bukti tentang adanya dugaan praktik mahar politik oleh salah satu partai politik yang dialaminya. “Kami berharap Pak La Nyalla juga mengumpulkan bukti dugaan mahar politik,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, La Nyalla memutuskan untuk tidak lagi menjadi kader Partai Gerindra setelah Ketua Umum Partai tersebut, Prabowo Subianto meminta uang kelengkapan pemenangan pilkada sebesar Rp 40 miliar.

La Nyalla tak memenuhinya, dia beralasan sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar dan akan diserahkan setelah dia resmi didaftarkan ke KPU Jawa Timur. Prabowo kemudian disebut marah dan membatalkan pencalonan Nyalla. La Nyalla mendapatkan surat mandat dari Prabowo pada 11 Desember lalu. Surat mandat tersebut berlaku 10 hari dan berakhir pada 20 Desember.

Dalam surat nomor 12-0036/B/DPP- Gerindra/ Pilkada/2017 itu dijelaskan, La Nyalla sebagai cagub Jatim sedang diproses DPP Partai Gerindra. Karena itu, selain diminta mencari mitra koalisi, La Nyalla juga diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Salah satu kelengkapan pemenangan, ungkap La Nyalla ialah permintaan uang sebesar Rp 40 miliar oleh Prabowo. Uang itu akan digunakan untuk dana saksi dalam Pilkada Jawa Timur. [aw]