Anik Maslachah Dorong Pemerintah Segera Revitalisasi Pabrik Gula untuk Tingkatkan Produksi

Surabaya – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Anik Maslachah mendorong pemerintah untuk segera melakukan revitalitasi pabrik gula yang ada di setiap daerah guna meningkatkan jumlah produksi. Karena pabrik gula, utama mesin produksi yang selama ini beroperasi merupakan mesin lama warisan zaman Belanda. Sehingga dinilai sudah tidak efektif untuk meningkatkan nilai produksi.

“Mesin produksi yang dimiliki pabrik gula itu sudah ada sejak jaman Belanda sehingga perlu dilakukan revitalisasi mesin produksi. Terlebih saat ini harga gula naik dan masuknya gula impor,” ungkap Anik, Kamis (19/2/2020).

Karena tidak ada pembaharuan terhadap mesin produksi, kata Anik, hingga saat ini pabrik gula yang ada di Indonesia khususnya di Jawa Timur tidak mampu meningkatkan kualitas gula, sehingga kalah bersaing dengan gula impor.

Anik menyadari bahwa untuk melakukan pengadaan mesin produksi gula yang baru membutuhkan anggaran yang sangat besar. Namun ia meyakin, biaya perawatan mesin yang lama tersebut cukup besar. Sehingga tidak ada jalan lain, selain untuk membeli mesin baru yang tentunya lebih produktif dengan nilai kualitas produksi gula yang lebih baik.

“Kami akui kalau harga mesinnya mahal. Namun, ini lebih baik dilakukan daripada melakukan perawatan karena biayanya dimungkinkan lebih besar daripada membeli. Dan tentunya akan mengalami kerusakan. Oleh sebab itu kami mendorong Menteri BUMN membantu pabrik gula pengadaan mesin produksi gula,”ungkap politisi PKB asal Sidoarjo itu.

Sebagai informasi, Pasokan gula pasir di Jawa Timur (Jatim) pada 2019 mencapai sebanyak 1,04 juta ton. Sedangkan konsumsi masyarakat hanya separuhnya, yakni sekitar 450.000 ton. Sehingga pasokan gula mengalami surplus sekitar 596.000 ton. Dari surplus tersebut, gula Jawa Timur didistribusikan ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan gula nasional yang mencapai angka 2,85 juta ton, karena produksi gula nasional masih diangka 2,2 juta ton.