Akhiri Kegaduhan, Alumni Miftahul Ulum Minta Penghina KH Mudatstsir Diproses Hukum

Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur

Pamekasan, Jatimpost.com Masyarakat Madura dibuat gaduh oleh akun facebook atas nama Suteki yang dianggap menghina ulama besar di Pamekasan KH Mudatstsir Baddrudin Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyepen.  Mulai dari kalangan santri, alumni dan pecinta ulama karismatik tersebut mencari sosok suteki yang santer berkomentar di media sosial untuk tabayyun dan bahkan ada yang ingin menghakiminya langsung dengan diajak berantem.

Sebab itu, untuk mengakhiri kegaduhan di tengah masyarakat, salah satu alumni Pesantren Miftahul Ulum Aliyadi Mustofa meminta kepada pihak kepolisian untuk segera memproses secara hukum penghina KH Mudatstsir. Ia khawatir, jika tidak ada kejelasan proses hukum, masyarakat pecinta Mustasyar PWNU Jatim itu akan bertindak anarkis terhadap pelaku.

“Saya harap segera diproses hukum, jika ditemukan tindak pindana ya segera diputuskan, agar masyarakat tidak gaduh di bawah. Sebab kalau masyarakat sudah marah. Itu sangat bahaya. Saya sendiri juga merasa sangat kesal dan menyayangkan atas perilaku orang tersebut,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur itu.

Namun, jika dari hasil penyelidikan ternyata tidak memenuhi unsur pidana kata Aliyadi, pihak kepolisian juga harus memberikan keterangan kepada masyarakat banyak atas kasus tersebut. Hal tersebut bertujuan untuk meredam kemarahan masyarakat yang sudah memuncak.

“Minimal, pelaku (Suteki) itu minta maaf langsung ke kiai dan secara terbuka, agar masyarakat sama-sama tahu,” ujarnya.

Politisi PKB Jawa Timur itu berharap kepada semua masyarakat Madura, utamanya sahabat-sahabat alumni dan simpatisan untuk menahan diri dan bijak dalam menghadapi persoalan tersebut. “Tidak boleh anarkis dan melanggar aturan hukum, beri kesempatan kepada polisi untuk mengusut kasus ini dan kita kawal sampai tuntas,” jelasnya.

“Pastinya, saya akan turut mengawal dan memantau proses ini sampai tuntas,” Sambung Aliyadi.

Pelecehan dan penghinaan yang dilakukan Akun Facebook bernama Suteki telah dilaporkan oleh Alumni PP Miftahul Ulum Panyepen ke Polres Pamekasan. Sabtu (6/6/2020). Laporan tersebut tertuang dalam Surat Tanda Laporan Nomor : TBL/191/VI/2020/JATIM/RES.PMK Tentang peristiwa tindak pidana UU Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas  UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).