Mas Iin: Lumbung Pangan Jatim Bagus Jika Berdampak Terhadap Petani di Sidoarjo

Sidoarjo – Anggota DPRD Fraksi PKB Jatim Achmad Amir Aslichin atau mas Iin mengapresiasi gebrakan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menguatkan ketahanan pangan warga Jatim.

Salah satu program yang diluncurkan oleh Gubernur wanita pertama di Jatim itu adalah produk Lumbung Pangan Jatim. Program ini ditujukan sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pokok warga Jatim dan solusi penyerapan hasil produksi para petani di provinsi ini. Bahkan, hingga kini Lumbung Pangan Jatim sudah beroperasi di 19 kabupaten dan kota.

Namun gebrakan tersebut dinilai masih kurang oleh mas Iin karena produsen padi terbaik hanya didapatkan dari 5 daerah saja. Sementara, program Lumbung Pangan Jatim tersebut idealnya juga bisa membangkitkan ekonomi petani di desa. Salah satunya dengan membeli hasil produksi para petani di daerah Sidoarjo.

“Saya mengapresiasi langkah bu Gubernur dalam memberikan stimulus ekonomi di Jatim. Namun, tidak kalah pentingnya adalah bagaimana juga membangkitkan perekonomian petani di desa,” kata Mas Iin saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Selasa (7/7/2020).

Dengan menyerap hasil produksi pertanian di Sidoarjo, lanjut founder Sidoarjobisa itu, sirkulasi ekonomi juga bisa dirasakan para petani di wilayahnya. Selain itu, program Lumbung Pangan Jatim dimaksudkan untuk menyerap hasil panen para petani, disamping menawarkan harga beras yang murah dan berkualitas.

“Banyak lumbung padi di daerah yang bisa dijadikan suplai dalam produk lumbung pangan Jatim. Salah satunya bisa diambilkan melalui hasil panen para petani di Sidoarjo,” tambah politisi dari Dapil Sidoarjo tersebut.

Berdasarkan data dari Indeks Ketahanan Pangan (IKP) di tahun 2019, Sidoarjo menempati posisi diatas IKP Nasional. Yakni 73,55 untuk Sidoarjo dan Nasional sebesar 54,8 persen. Dan hasil produksi padi di Kabupaten Sidoarjo sebesar 239,183 ton.

Sementara produsen dari Lumbung Pangan Jatim yang dipasarkan di wilayah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Gresik dan Sidoarjo berasal dari berbagai daerah seperti Jember, Jombang, Mojokerto, Nganjuk dan Kediri.

Untuk itu, bakal Calon Bupati Sidoarjo itu meminta Pemprov Jatim juga memasukkan produsen padi dari wilayah Sidoarjo.

“Saya berharap petani padi di wilayah Sidoarjo juga bisa menjadi vendor untuk Lumbung Pangan Jatim,” pungkasnya.