Mas Iin Harap Bansos yang Digelontorkan Pemprov Jatim ke Daerah Cair Sebelum Idul Fitri

Sidoarjo – Penjaring pengaman sosial berupa bansos digelontorkan oleh Pemprov Jatim di wilayah Surabaya Raya yang meliputi Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Tak tanggung-tanggung, Pemprov menggelontorkan dana sebesar 161,659 miliar kepada tiga daerah tersebut.

Untuk itu, Anggota DPRD Fraksi PKB Jatim Achmad Amir Aslichin berharap penyaluran dana bansos ke daerah agar segera disalurkan secepat mungkin.

“Bantuan sosial yang dikelola oleh pemda harus sesegera mungkin disalurkan. Dengan catatan, harus memenuhi kriteria yang telah ditentukan,” ungkap Mas Iin saat dikonfirmasi di Sidoarjo, Selasa (19/5/2020).

Kriteria penerima bansos yang dimaksud oleh Mas Iin yakni mereka yang terdata sebagai warga miskin baru, warga rentan miskin atau warga miskin.

Untuk itu, founder SidoarjoBisa.id ini meminta pemda untuk bekerja sama dengan pemerintah desa/kelurahan dalam mengelola data penerima bantuan sosial dari Pemprov Jatim.

“Saya berharap Pemda maupun Pemkot untuk mengajak pemerintah desa maupun kelurahan untuk bersinergi dalam memverifikasi penerima bantuan sosial tersebut,” tambahnya.

Sebab, dengan adanya sinergitas tersebut data penerima bansos bisa tepat sasaran kepada warga yang benar-benar terdampak secara ekonomi akibat wabah pandemi ini.

“Tujuan saya hanya satu, yakni seluruh anggaran Covid-19 bisa menggerakkan roda perekonomian hingga ke tingkat desa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Pemprov Jawa Timur mengalokasikan dana bantuan sosial khusus untuk warga terdampak corona di Surabaya Raya (Sidoarjo, Surabaya, Gresik). Total dana yang disumbangkan hingga PSBB tahap kedua ini mencapai Rp 161,659 miliar.

Bantuan sosial tersebut terdiri dari jaring pengaman sosial yang diberikan dalam bentuk bantuan keuangan khusus, suplemen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bantuan alat kesehatan untuk rumah sakit rujukan, bantuan sembako, bantuan untuk dapur umum serta pemberdayaan untuk PKL.