Abadikan Cinta Dibalik Erupsi Gunung Agung

Bali, Jatimpost.com – Alam memberikan apa yang di butuhkan manusia walaupun terkadang alam tidak ramah kepada manusia. Meletusnya Gunugn api Agung di karangasem, Bali. mungkin menjadi musibah bagi sebagian besar masyarakat disana.

Akan tetapi, “Dibalik musibah tersimpan berkah”, pernyataan inilah yang tengah disematkan pada Gunung Agung. Pasalnya di tengah erupsi, Gunung Agung kini bisa menjadi salah satu destinasi wisata dengan fenomena alam langka yang dapat diabadikan dalam sebuah foto.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dam Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho. Sutopo menilai, erupsi Gunung Agung bisa menjadi sebuah berkah bagi pasangan kekasih untuk mengabadikan cintanya, misalnya untuk sesi pre wedding.

Foto pre wedding di Bukit Cinta dengan latar belakang erupsi Gunung Agung pada 29/11/2017. Keren kan? Asal di luar radius berbahaya maka aman. Semoga cintanya terus bergelora laksana gemuruh asap abu vulkanik yang keluar dari Gunung Agung. Di balik musibah tersimpan berkah”, seperti dikutip dari akun resmi media sosial (medsos) Twitternya, @Sutopo_BNPB, Selasa (19/12/2017).

Menurut Sutopo, foto pre wedding di Bukit Cinta dengan latar belakang erupsi Gunung Agung bisa dan aman dilakukan, asalkan berada di luar radius berbahaya. Adapun radius berbahaya Gunung Agung adalah 8-10 km dari puncak kawah Gunung Agung.

Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Agung pada Awas (level 4). Sehingga dipastikan tidak ada penurunan status dan masih tetap Awas dengan aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi.

Sutopo menjelaskan, di dalam radius 8-10 km adalah zona berbahaya. Di luar radius itu Bali dan bandara berada pada kondisi normal, sehingga Bali juga dapat dikunjungi dengan aman.

“Bagi mereka, dunia hanya milik mereka berdua. Yang lain hanya kost saja. Erupsi gunung adalah berkah bagi mereka untuk mengabadikan cinta mereka yang tumbuh menggelora. Status cinta mereka selalu Awas eksplosif, bergemuruh dan tremor menerus,” ujar Sutopo.[aw]