14 Destinasi Wisata di Pasuruan Akan Ditutup, Jika Langgar Protokol Kesehatan

Foto Istimewa

Pasuruan, JatimpostSebanyak 14 destinasi wisata di Pasuruan kembali dibuka bagi pengunjung maupun wisatawan. Pemerintah Daerah mewanti-wanti pengelola wisata untuk mematuhi protokol kesehatan, jika tidak, akan di beri sanksi tegas berupa penutupan.

“Sampai saat ini sudah 14 tempat wisata yang buka. Tempat-tempat wisata ini buka secara bertahap. Jadi mereka yang sudah siap dengan protokol kesehatan, sarana-prasarananya, mengajukan untuk buka. Lalu tim datang ke lokasi untuk mengecek. Kalau sudah memenuhi syarat silakan buka,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono, Selasa (11/8/2020).

Gunawan mengatakan tempat-tempat wisata yang sudah buka terus dipantau. Sanksi yang diberlakukan agar aturan terkait protokol kesehatan di objek wisata bisa dipatuhi oleh semua pihak dan dilaksanakan sebaik-baiknya.

“Nggak nunggu ada penularan, wong melanggar aja disuruh tutup kok. Kalau nunggu penularan habis warga kena semua. Pada saat mereka melaksanakan protokol kita awasi terus. Contohnya Pintu Langit di Prigen itu sempat dua kali kita evaluasi protokol kesehatan. Pertama nggak lolos kedua baru lolos,” terang Gunawan.

Tempat-tempat wisata yang sudah buka dikelola swasta. Antara lain Perhutani Ecotourism Cluster Tretes, Kebun Raya Purwodadi, Wisata Negeri Bambu, Pemandian Telogo Sewu, Cimory, Taman Safari, Taman Ria Suropati. Ada juga Bromo Forest, Wisata Red Flower, Pintu Langit, Kaliandra, Kebun Kurma, Kebun Pak Budi, dan Saygon Water Park.

“Yang dalam pengelolaan pemda, seperti Ranu Grati dan Banyubiru belum dibuka. Kami masih siapkan sarana dan prasarana protokol Kesehatan,” tandasnya.